Shintia Dara Kurnia
Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Gastritis Pada Siswa  di SMA Negeri 2 Tamiang Hulu Shintia Dara Kurnia; Linda Juwirta; Nurul Maulidya
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4711h390

Abstract

Gastritis adalah suatu kondisi yang dapat muncul sebagai peradangan akut dan kronis atau pendarahan pada mukosa lambung, yang menyerang individu dari semua kelompok umur, termasuk anak-anak, remaja, dewasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan gastritis pada siswa di SMA Negeri 2 Tamiang Hulu. Metode: Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas XII sebanyak 131 orang, dengan sampel 57 responden yang diambil melalui random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (61,4%) dan seluruhnya berusia 18 tahun (100%). Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik (96,5%), sikap baik (93,0%), dan perilaku pencegahan gastritis baik (86,0%). Uji statistik membuktikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap pencegahan gastritis (p-value=0,001), serta adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan gastritis (p-value=0,004) dan antara sikap dengan perilaku pencegahan gastritis (p-value=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan gastritis. Sikap terbukti memiliki hubungan yang lebih kuat dibandingkan pengetahuan. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan triangulasi data, seperti observasi perilaku atau wawancara mendalam, serta mengeksplorasi faktor penyebab masih adanya sikap kurang pada 1,8% responden.