Mualimah Amalia Sovia
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berbasis Lingkungan dan Konservasi : Studi Kasus Sulawesi dan Sumatera dalam Lima Tahun Terakhir Kamaliatul Hasanah; Regita Aprilia Halizah; Fira Rahma Mutiahana; Mualimah Amalia Sovia; Rahma Yulia Pratama; Rizma Nazira Sasqiah; Tutut Nurita
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3362

Abstract

Indonesia berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yang meningkatkan tingkat kerawanan gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penyebab, ciri-ciri, dan efek gempa bumi yang terjadi di Sulawesi dan Sumatera dalam lima tahun terakhir. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki peran lingkungan dalam mitigasi bencana yang berbasis konservasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Metode ini didukung oleh analisis data sekunder dari jurnal ilmiah dan lembaga resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sementara Sumatera didominasi oleh aktivitas subduksi yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan tsunami, Sulawesi memiliki karakteristik tektonik yang kompleks dengan sesar aktif dan potensi likuifaksi yang tinggi. Selain itu, gempa bumi memengaruhi infrastruktur, korban jiwa, keadaan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kedua daerah tersebut. Gempa memiliki dampak pada infrastruktur, korban jiwa, gangguan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kedua daerah. Terbukti bahwa beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kerusakan termasuk jenis tanah, topografi, dan penggunaan lahan. Pelestarian ekosistem, penataan ruang berbasis risiko, rehabilitasi lahan, dan peningkatan pendidikan dan kesiapsiagaan masyarakat adalah cara mitigasi berbasis lingkungan dan konservasi dilakukan. Studi ini mendukung konsep mitigasi yang terintegrasi antara elemen kebencanaan dan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana secara berkelanjutan.
Dampak Hilangnya Ekosistem Mangrove terhadap Keseimbangan Laut: Studi Literatur pada Ekowisata Mangrove di Indonesia Mualimah Amalia Sovia; Susi Dwi Pebrianti; Arifa Syilfisia Ula; Fira Rahma Mutiahana; Dyah Astriai
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3656

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan wilayah pesisir. Namun, kerusakan dan hilangnya mangrove akibat aktivitas manusia menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan laut, mengidentifikasi dampak hilangnya mangrove terhadap lingkungan pesisir, mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan mangrove di Indonesia, serta mendeskripsikan upaya rehabilitasi dan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, dan sumber referensi terkait ekosistem mangrove di Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, habitat berbagai biota laut, penyerap karbon, serta penyaring sedimen dan polutan. Hilangnya mangrove menyebabkan meningkatnya abrasi pantai, menurunnya kualitas perairan, rusaknya habitat biota laut, dan berkurangnya potensi ekonomi masyarakat pesisir. Kerusakan mangrove dipengaruhi oleh alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, penebangan liar, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Upaya rehabilitasi melalui penanaman kembali mangrove, edukasi masyarakat, pengembangan ekowisata, dan penguatan kebijakan lingkungan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.