Indonesia berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yang meningkatkan tingkat kerawanan gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penyebab, ciri-ciri, dan efek gempa bumi yang terjadi di Sulawesi dan Sumatera dalam lima tahun terakhir. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki peran lingkungan dalam mitigasi bencana yang berbasis konservasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Metode ini didukung oleh analisis data sekunder dari jurnal ilmiah dan lembaga resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sementara Sumatera didominasi oleh aktivitas subduksi yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan tsunami, Sulawesi memiliki karakteristik tektonik yang kompleks dengan sesar aktif dan potensi likuifaksi yang tinggi. Selain itu, gempa bumi memengaruhi infrastruktur, korban jiwa, keadaan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kedua daerah tersebut. Gempa memiliki dampak pada infrastruktur, korban jiwa, gangguan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kedua daerah. Terbukti bahwa beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kerusakan termasuk jenis tanah, topografi, dan penggunaan lahan. Pelestarian ekosistem, penataan ruang berbasis risiko, rehabilitasi lahan, dan peningkatan pendidikan dan kesiapsiagaan masyarakat adalah cara mitigasi berbasis lingkungan dan konservasi dilakukan. Studi ini mendukung konsep mitigasi yang terintegrasi antara elemen kebencanaan dan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026