Dede Nurohim
Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Litologi terhadap Potensi Infiltrasi Air Tanah Berdasarkan Analisis Peta FFD di Daerah Gumelar dan Sekitarnya, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Novita Meryana; Budhi Setiawan; Dede Nurohim
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3381

Abstract

Daerah Gumelar dan sekitarnya, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan wilayah yang tersusun oleh batuan sedimen dari Formasi Halang dan Formasi Tapak yang memiliki karakteristik litologi yang beragam. Variasi litologi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan batuan dalam meloloskan air ke dalam tanah sehingga mempengaruhi potensi infiltrasi air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik litologi dan potensi infiltrasi berdasarkan analisis peta Fracture Fault Density (FFD) di daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi untuk mengidentifikasi satuan litologi, analisis petrografi sayatan tipis untuk mengetahui komposisi mineral dan tekstur batuan, serta analisis peta FFD untuk mengidentifikasi zona intensitas rekahan yang berperan dalam meningkatkan permeabilitas batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi batupasir pada Formasi Halang memiliki potensi infiltrasi yang lebih tinggi dibandingkan batulempung karena memiliki ukuran butir yang lebih kasar, porositas intergranular, dan permeabilitas yang lebih baik. Selain itu, zona dengan nilai FFD tinggi menunjukkan intensitas rekahan yang lebih besar sehingga meningkatkan jalur pergerakan air ke dalam batuan. Integrasi antara litologi dan peta FFD menunjukkan bahwa daerah dengan litologi permeabel yang dikombinasikan dengan kepadatan rekahan tinggi berpotensi menjadi zona infiltrasi utama di daerah penelitian.
Penilaian Geowisata Dan Analisis Resiko Degradasi Pada Geosite Batu Runciang, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat Zhura Salsabilla Putri; Budhi Setiawan; Dede Nurohim
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3394

Abstract

Geosite Batu Runciang merupakan bentukan karst menara yang tersusun oleh batugamping kristalin dan termasuk ke dalam kawasan Geopark Nasional Sawahlunto. Sebagai bagian dari sistem geopark nasional, keberadaannya memiliki nilai yang penting dalam konservasi geodiversitas dan pengembangan geowisata berbasis edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai nilai ilmiah, edukasi, dan pariwisata Batu Runciang dengan menggunakan metode Brilha (2016), serta menganalisis tingkat resiko degradasi terhadap tekanan antropogenik dan abrasi pada fitur pelarutan pada batugamping.  Analisis ini yang digunakan sebagai dasar rekomendasi pengelolaan geowisata berkelanjutan. Metode penelitian meliputi observasi geomorfologi, karakterisasi litologi yang berupa batugamping kristalin, serta dilakukannya pembobotan parameter Scientific Value (SV), Educational Value (EV), Touristic Value (TV), dan Degradation Risk (DR). Hasil penilaian menunjukkan nilai SV sebesar 275 (sedang), EV sebesar 340 (tinggi), dan TV sebesar 290 (sedang). Nilai edukasi yang tinggi menunjukkan potensi signifikan sebagai media pembelajaran geologi lapangan. Sementara itu, nilai DR sebesar 260 (sedang) mengindikasikan adanya tekanan antropogenik yang berpotensi memengaruhi integritas geosite. Penelitian ini diharapkan adanya tindakan tegas mengenai pentingnya strategi konservasi adaptif untuk menjaga keseimbangan antara fungsi edukasi, pariwisata, dan perlindungan fitur geologi yang berada di kawasan geopark.