Oktovianus Lemauk
Badan Perencanaan dan Penelitian Kabupaten Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stunting, Ketahanan Keluarga, Dan Integrasi E-Government Dalam Layanan Publik di Kota Sorong Oktovianus Lemauk; A. Muhibuddin; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8988

Abstract

Stunting masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat dan pembangunan manusia yang berkaitan erat dengan ketahanan keluarga, efektivitas layanan publik, serta tata kelola data lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan publik dalam penanganan stunting, menganalisis ketahanan keluarga dalam pencegahan stunting, serta mengidentifikasi potensi integrasi e-government untuk memperkuat koordinasi dan ketepatan sasaran program di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, layanan kesehatan, kader Posyandu, keluarga sasaran, serta pengelola data atau sistem informasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan publik penanganan stunting telah tersedia melalui posyandu, puskesmas, dan program lintas OPD, tetapi efektivitasnya belum optimal karena koordinasi lintas sektor masih lemah, data antarinstansi belum terintegrasi, dan pelaporan masih didominasi secara manual. Ketahanan keluarga juga masih rentan akibat faktor ekonomi, keterbatasan waktu orang tua, rendahnya literasi kesehatan, dan persepsi keliru tentang stunting. Integrasi e-government berpotensi memperkuat basis data terpadu, pemantauan real-time, transparansi, dan akuntabilitas intervensi stunting. Stunting remains a public health and human development issue closely related to family resilience, the effectiveness of public services, and cross-sectoral data governance. This study aims to evaluate the effectiveness of public services in Stunting management, analyze family resilience in Stunting prevention, and identify the potential of e-government integration in strengthening coordination and program targeting in Sorong City, Southwest Papua. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving local government actors, health service providers, Posyandu cadres, target families, and data or information system managers. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that public services for Stunting management are available through Posyandu, community health centers, and cross-agency programs. However, their effectiveness remains suboptimal due to weak cross-sectoral coordination, fragmented interagency data, and predominantly manual reporting. Family resilience also remains vulnerable due to economic constraints, parents’ limited time, low health literacy, and misconceptions about Stunting. E-government integration has the potential to strengthen the use of an integrated database, real-time monitoring, transparency, and accountability in Stunting interventions.