A. Muhibuddin
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Barat Teguh Syali; A. Muhibuddin; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i1.516

Abstract

Sorong merupakan kota yang sangat strategis karena merupakan pintu masuk dan persinggahan provinsi papua. Sorong juga dikenal sebagai kota perdagangan dan industri jasa karena dikelilingi oleh kawasan kabupaten sumber daya alam yang sangat potensial yang dapat membuka peluang investasi dalam dan luar negeri. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu untuk melaksanakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Kawasan tersebut disiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. KEK sorong yang terletak di Selat Sele memberikan keunggulan geoekonomi yaitu potensi di bidang perikanan dan transportasi laut. Lokasi ini juga sangat strategis untuk pengembangan industri logistik, agroindustri, dan pertambangan, sehingga KEK Sorong dikembangkan dengan kegiatan 3 potensi tersebut dan diprediksi dapat menghasilkan investasi sebesar Rp 32,2 triliun pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh KEK Sorong terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan untuk mengetahui faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat dengan analisis regresi linier berganda. Variabel prediksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jasa (X1), industri (X2), tenaga kerja (X3), modal jasa (X4), perdagangan (X5), ekspor (X6) dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KEK sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat. Sorong is a very strategic city because it is the doorway and stopover of papua province. Sorong is also well known as city of trade and services industry because it is surrounded by very potential natural resources districts areas that can open the opportunities for domestic and foreign investment. Special Economic Zones (SEZ) are areas with certain limits to carry out the economic functions and obtain certain facilities. Those areas are prepared to maximize industrial activities, export, import, and other economic activities that have high economic value. SEZ sorong which is located in the Sele Strait provides geo-economic advantages namely the potential in the fisheries and sea transportation sectors. This location is also very strategic for development of logistic industry, agroindustry, and mining, so that SEZ sorong was developed by the activities of those three potentials and predicted to be able produce investment of Rp 32.2 trillion in 2025. This study aims to examine and analyze the effect of SEZ Sorong on economic growth of West Papua Province which was analyzed using qualitative descriptive method and to identify significant factors that effecting economic growth in West Papua with multiple linear regression analysis. Predictive variables used in this study are service (X1), industry (X2), labor (X3), service capital (X4), trade (X5), Export (X6) and economic growth as variable Y. The result of this study shows that SEZ is very influential positively on the economic growth of West Papua Province.
Evaluasi Penerapan Sanitary Landfill Dalam Pengelolaan Sampah Di TPA Karua Kabupaten Toraja Utara: Studi Kasus Tempat Pemrosesan Akhir Karua Nirsan Pali Kamoda; A. Muhibuddin; Nawir Rahman
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sanitary landfill dalam pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Karua, Kabupaten Toraja Utara, mengidentifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan, serta merumuskan strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian berjumlah 17 orang, terdiri atas unsur Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, Pemerintah Lembang Karua, pengepul, dan masyarakat sekitar TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanitary landfill di TPA Karua belum berjalan optimal. Kelemahan utama terlihat pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan pengawasan, serta belum maksimalnya sarana dan prasarana pendukung seperti sistem pengendalian lindi, pemadatan, penutupan sampah, dan pengawasan operasional. Dampak negatif masih dirasakan masyarakat, terutama bau, potensi pencemaran air, rembesan lindi, dan penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan infrastruktur, kapasitas pengelola, pengawasan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan penerapan strategi pengelolaan terpadu agar TPA Karua lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. This study aims to evaluate the implementation of sanitary landfill in waste management at Karua Final Processing Site, North Toraja Regency, identify its environmental impacts, and formulate more effective and sustainable management strategies. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature study. The informants consisted of 17 participants, including representatives from the Environmental Agency, Civil Service Police Unit, Karua village government, waste collectors, and communities living around the landfill. The findings show that the implementation of the sanitary landfill at Karua landfill has not been optimal. The main weaknesses are found in planning, organizing, controlling, directing, and supervision, as well as the inadequate operation of supporting facilities such as leachate control systems, waste compaction, daily cover, and operational monitoring. Negative impacts are still experienced by local communities, particularly odor, potential water pollution, leachate seepage, and declining environmental quality. This study emphasizes the need to strengthen infrastructure, management capacity, environmental monitoring, community participation, and integrated management strategies to ensure that the Karua landfill operates in a safer, more effective, and sustainable manner.
Stunting, Ketahanan Keluarga, Dan Integrasi E-Government Dalam Layanan Publik di Kota Sorong Oktovianus Lemauk; A. Muhibuddin; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8988

Abstract

Stunting masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat dan pembangunan manusia yang berkaitan erat dengan ketahanan keluarga, efektivitas layanan publik, serta tata kelola data lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan publik dalam penanganan stunting, menganalisis ketahanan keluarga dalam pencegahan stunting, serta mengidentifikasi potensi integrasi e-government untuk memperkuat koordinasi dan ketepatan sasaran program di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, layanan kesehatan, kader Posyandu, keluarga sasaran, serta pengelola data atau sistem informasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan publik penanganan stunting telah tersedia melalui posyandu, puskesmas, dan program lintas OPD, tetapi efektivitasnya belum optimal karena koordinasi lintas sektor masih lemah, data antarinstansi belum terintegrasi, dan pelaporan masih didominasi secara manual. Ketahanan keluarga juga masih rentan akibat faktor ekonomi, keterbatasan waktu orang tua, rendahnya literasi kesehatan, dan persepsi keliru tentang stunting. Integrasi e-government berpotensi memperkuat basis data terpadu, pemantauan real-time, transparansi, dan akuntabilitas intervensi stunting. Stunting remains a public health and human development issue closely related to family resilience, the effectiveness of public services, and cross-sectoral data governance. This study aims to evaluate the effectiveness of public services in Stunting management, analyze family resilience in Stunting prevention, and identify the potential of e-government integration in strengthening coordination and program targeting in Sorong City, Southwest Papua. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving local government actors, health service providers, Posyandu cadres, target families, and data or information system managers. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that public services for Stunting management are available through Posyandu, community health centers, and cross-agency programs. However, their effectiveness remains suboptimal due to weak cross-sectoral coordination, fragmented interagency data, and predominantly manual reporting. Family resilience also remains vulnerable due to economic constraints, parents’ limited time, low health literacy, and misconceptions about Stunting. E-government integration has the potential to strengthen the use of an integrated database, real-time monitoring, transparency, and accountability in Stunting interventions.