Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan peserta didik terhadap merancang perangkat pembelajaran berbasis Discovery Learning pada materi reaksi reduksi oksidasi di SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 36 peserta didik kelas X-6 dan satu guru kimia SMA Negeri 14 Gowa. Data dikumpulkan melalui observasi awal pembelajaran, wawancara semi-terstruktur, dan angket kebutuhan peserta didik menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan partisipasi peserta didik masih tergolong rendah dengan rata-rata persentase sebesar 38,9%. Sebanyak 88,0% peserta didik menyatakan sering merasa bosan saat pembelajaran kimia, 89,0% mengalami kesulitan untuk fokus, dan 80,0% menyatakan bahwa metode ceramah menyebabkan mereka cepat bosan dan pasif. Selain itu, 96,0% peserta tertarik tertarik mengikuti pembelajaran dengan model Discovery Learning dan 96,5% menyatakan bahwa model tersebut dapat membuat pembelajaran lebih menarik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru membutuhkan perangkat pembelajaran yang lebih interaktif dan mampu mendorong peserta didik untuk menemukan konsep secara mandiri. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dirancang perangkat pembelajaran yang terdiri atas modul terbuka, LKPD, video pembelajaran, dan evaluasi interaktif menggunakan Quizizz . Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis Discovery Learning dinilai sangat dibutuhkan sebagai solusi untuk meningkatkan minat dan partisipasi belajar peserta didik pada materi reaksi oksidasi reduksi.