Fenomena meningkatnya konsumsi fashion hijab premium menunjukkan bahwa Keputusan pembelian tidak lagi semata didasarkan pada kebutuhan fungsional, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai, gaya hidup, serta status social. Dalam perspektif ekonomi Islam, perilaku konsumsi berlebihan dikenal dengan Israf, yaitu penggunaan harta yang melampaui batas kewajaran. Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Israf, faktor budaya, social, pribadi, dan psikologis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Israf, faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis terhadap keputusan pembelian hijab Buttonscarves di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online kepada 240 responden, dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial faktor budaya, sosial, dan pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian hijab Buttonscarves, sedangkan Israf dan faktor psikologis tidak berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian hijab premium lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dan karakteristik individu dibandingkan dorongan konsumsi berlebihan. Penelitian ini terbatas pada konsumen hijab Buttonscarves di Surabaya dengan teknik purposive sampling sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Â