Annisa Zulfa Rahmatullaila Khalda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Label Halal, Faktor Budaya, Sosial, Pribadi, dan Psikologis terhadap Keputusan Pembelian Produk Makanan Milik Influencer pada Generasi Z di Kota Surabaya Annisa Zulfa Rahmatullaila Khalda; Rachma Indrarini
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2026): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2026.vol9(1).27205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh label halal, faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian produk makanan milik influencer pada generasi Z di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan kriteria responden merupakan generasi Z yang berdomisili di Kota Surabaya dan pernah membeli produk makanan milik influencer. Jumlah responden yang diperoleh sebanyak 266 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) pada aplikasi SmartPLS4. Metode ini dipilih karena mampu menganalisis hubungan antar variabel laten secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk makanan milik influencer pada generasi Z di Kota Surabaya. Sementara itu, label halal tidak berpengaruh signifikan, yang mengindikasikan bahwa keputusan pembelian generasi Z lebih banyak dipengaruhi oleh aspek gaya hidup, lingkungan sosial, serta pertimbangan personal dan psikologis dibandingkan dengan pertimbangan normatif seperti label halal. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena generalisasi hasil masih terbatas pada wilayah perkotaan (Kota Surabaya) dan metode kuantitatif belum dapat menggali alasan psikologis maupun sosial di balik keputusan pembelian produk makanan milik influencer. Selain itu, masih terdapat variabel potensial lain seperti citra influencer, kepercayaan konsumen, kualitas produk, dan e-WOM yang belum diakomodasi dalam penelitian ini.