Madrasah implements the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC), which integrates religious and ecological values into learning to foster environmental responsibility. To support this initiative, an ecotheology-based interactive learning medium, Green Optima, was developed using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model and evaluated for validity, practicality, and effectiveness. The study involved three experts (content, language, and media) for the validity assessment and 32 eleventh-grade Madrasah Aliyah students for the practicality and effectiveness testing. Data were collected using expert validation sheets, practicality and student response questionnaires, and a conceptual understanding test on linear programming. The results showed that Green Optima achieved an average validity score of 90.44% (very valid) and a practicality score of 83.75%. Its effectiveness was demonstrated by an improvement in students' conceptual understanding, with mean test scores increasing from 38.00 on the pretest to 77.81 on the posttest, yielding an N-gain of 0.66 (moderate category). Student responses reached 83.78%, particularly regarding the attractiveness of the learning medium and its integration of ecotheological values. These findings indicate that Green Optima is a valid, practical, and effective learning medium for improving students' conceptual understanding of linear programming while fostering ecological awareness. Furthermore, the findings suggest that Green Optima provides an innovative instructional approach by integrating gamification, mathematical concepts, and ecotheological values to promote contextual learning and advance education for sustainability in madrasas. Madrasah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dan ekologis dalam pembelajaran sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan. Untuk mendukung tujuan tersebut, dikembangkan media pembelajaran interaktif berbasis ekoteologi bernama Green Optima menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang selanjutnya dievaluasi berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Penelitian ini melibatkan tiga orang ahli, yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, untuk menguji validitas, serta 32 siswa kelas XI Madrasah Aliyah untuk menguji kepraktisan dan efektivitas media. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan dan respons siswa, serta tes pemahaman konsep pada materi program linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Optima memperoleh skor validitas rata-rata sebesar 90,44% dengan kategori sangat valid dan skor kepraktisan sebesar 83,75%. Efektivitas media ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai siswa dari 38,00 pada pretest menjadi 77,81 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,66 yang termasuk kategori sedang. Respons siswa mencapai 83,78%, terutama pada aspek kemenarikan media dan integrasi nilai-nilai ekoteologi. Temuan ini menunjukkan bahwa Green Optima merupakan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada materi program linear sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis. Selain itu, penelitian ini mengimplikasikan bahwa Green Optima dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan gamifikasi, konsep matematika, dan nilai-nilai ekoteologi untuk mendukung pembelajaran kontekstual serta memperkuat implementasi pendidikan berkelanjutan di madrasah.