Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Budaya Reward and Recognition yang Islami dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di MTS Al-Wathon Purwakarta Gugun Muhammad Dzakir; Astuti Darmiyanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10484

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pendidikan karena berperan dalam mendorong siswa untuk aktif, disiplin, dan memiliki semangat dalam mengikuti pembelajaran. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan keterlibatan dan semangat belajar mereka. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah budaya reward and recognition Islami sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha, pencapaian, dan perilaku positif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya reward and recognition Islami dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MTs Al-Wathon Purwakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada guru sebagai informan utama, kemudian data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan budaya apresiasi Islami dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya reward and recognition Islami diterapkan melalui berbagai bentuk penghargaan, baik secara verbal maupun nonverbal, seperti pemberian pujian Islami, motivasi, perhatian, pengakuan atas prestasi, serta apresiasi terhadap usaha dan perilaku positif siswa. Pemberian penghargaan tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga memperhatikan kedisiplinan, tanggung jawab, keaktifan, dan perkembangan karakter siswa. Implementasi budaya apresiasi tersebut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, ditunjukkan dengan meningkatnya semangat belajar, kepercayaan diri, keaktifan, kedisiplinan, serta terciptanya suasana pembelajaran yang lebih positif. Dengan demikian, budaya reward and recognition Islami dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Issues Regarding Rote Memorization and Comprehension in Islamic Cultural History (SKI) Instruction among Students at Madrasah Tsanawiyah Al-Wathoniyah 55 Cikarang Annisa Widyastuti; Fikky Mahya Mafaaza; Gugun Muhammad Dzakir; Avatar Juno; Afiyatun Kholifah
Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aslim.v3i3.114

Abstract

The teaching of Islamic Cultural History (SKI) in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah/MTs) often faces a dilemma between memorization targets and the depth of meaning inherent in historical values. This study aims to identify the problems faced by students and teachers in balancing memorization and comprehension in SKI subjects, as well as to formulate alternative solutions. The research method employed is descriptive qualitative with a case study approach. Data were gathered through in-depth interviews with SKI teachers, classroom observations, and student questionnaires across several MTs. The results reveal two primary issues:  Memorization Problems, triggered by overloaded material (names of figures, dates, and locations) and the dominance of conventional lecturing that induces boredom; and Comprehension/Meaning-making Problems, where students struggle to extract "ibrah" (moral lessons) from past events to apply in contemporary life due to exam orientations that remain cognitive-textual. This study concludes that a methodological reconstruction based on historical thinking and the utilization of interactive digital media are urgently required to shift the paradigm of SKI from merely a "memorization subject" into a "source of character values."