Septia Rosada
Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Problematika Perencanaan Kurikulum Berbasis Cinta Dan Ketimpangan Kualitas Pembelajaran Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Di Madrasah Aliyah Septia Rosada; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10512

Abstract

Perkembangan pendidikan modern menuntut madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan peserta didik. Namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti ketimpangan kualitas pembelajaran, rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional, serta supervisi akademik yang belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika perencanaan Kurikulum Cinta dan ketimpangan kualitas pembelajaran dalam menjawab tantangan pendidikan modern di Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di MA HISHNA pada Mei 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan kepala madrasah sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kurikulum Cinta dilakukan melalui penguatan pemahaman guru terhadap nilai kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter dalam pembelajaran. Implementasi kurikulum ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, religius, dan nyaman bagi peserta didik. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa perbedaan kompetensi guru, motivasi belajar siswa yang beragam, serta kualitas pembelajaran yang belum merata antarkelas. Supervisi akademik yang dilakukan secara berkala menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran. Dengan demikian, Kurikulum Cinta dinilai relevan sebagai strategi pendidikan humanis dalam menghadapi tantangan pendidikan modern di Madrasah Aliyah.