Perkembangan pendidikan modern menuntut madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan peserta didik. Namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti ketimpangan kualitas pembelajaran, rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional, serta supervisi akademik yang belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika perencanaan Kurikulum Cinta dan ketimpangan kualitas pembelajaran dalam menjawab tantangan pendidikan modern di Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di MA HISHNA pada Mei 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan kepala madrasah sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kurikulum Cinta dilakukan melalui penguatan pemahaman guru terhadap nilai kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter dalam pembelajaran. Implementasi kurikulum ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, religius, dan nyaman bagi peserta didik. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa perbedaan kompetensi guru, motivasi belajar siswa yang beragam, serta kualitas pembelajaran yang belum merata antarkelas. Supervisi akademik yang dilakukan secara berkala menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran. Dengan demikian, Kurikulum Cinta dinilai relevan sebagai strategi pendidikan humanis dalam menghadapi tantangan pendidikan modern di Madrasah Aliyah.
Copyrights © 2026