Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pengeluaran Konsumsi Masakan Sendiri dan Pembelian Makanan Jadi terhadap Efisiensi Anggaran Bulanan Mahasiswa Rantau Rieke Nindita Sari; Rizka Mufidah; Marista Febria Safutri; Dela Novita; Rahmawati Rahmawati; Fiarika Dwi Utari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi masakan sendiri dan pembelian makanan jadi terhadap efisiensi anggaran bulanan pada mahasiswa rantau Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2023 di Universitas Lampung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena keterbatasan anggaran bulanan yang dihadapi mahasiswa rantau, di mana keputusan antara memasak sendiri dan membeli makanan jadi diduga berkaitan dengan kemampuan mereka mengelola keuangan secara efisien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, diperoleh 50 responden dari populasi 57 mahasiswa rantau Pendidikan Ekonomi angkatan 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1-5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pengeluaran konsumsi masakan sendiri tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi anggaran bulanan (Sig. 0,091 > 0,05), demikian pula pembelian makanan jadi tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,541 > 0,05). Secara simultan, kedua variabel juga tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi anggaran bulanan (Sig. 0,234 > 0,05), dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,060 yang berarti hanya 6% variasi efisiensi anggaran dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi anggaran mahasiswa rantau lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar pola konsumsi pangan, seperti literasi keuangan dan kebiasaan mengelola arus kas.