Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada PT QL Agrofood Feedmill. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dalam industri manufaktur feedmill yang menghadapi tekanan efisiensi produksi, fluktuasi bahan baku, dan tuntutan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 161 karyawan dan sampel berjumlah 115 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis jalur, uji t, uji F, koefisien determinasi, serta uji Sobel dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Namun, gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,834, yang berarti model mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 83,4%. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan. Dengan demikian, peningkatan kinerja karyawan lebih efektif dilakukan melalui penguatan motivasi kerja secara langsung, disertai penerapan kepemimpinan transformasional sebagai faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif dan produktif. Temuan ini memperlihatkan bahwa motivasi kerja memiliki peran strategis sebagai determinan utama kinerja, terutama pada organisasi manufaktur yang sangat bergantung pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi operasional karyawan di setiap bagian.