Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kinerja Karyawan dengan Gaya Kepemimpinan Transformasional melalui Motivasi Kerja (Studi PT QL Agrofood Feedmill) Dimas Rachmadi Ramdhan; Anisatul Awaliah; Nanda Dinda; Rokmani Rokmani; Tajudin Tajudin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada PT QL Agrofood Feedmill. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dalam industri manufaktur feedmill yang menghadapi tekanan efisiensi produksi, fluktuasi bahan baku, dan tuntutan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 161 karyawan dan sampel berjumlah 115 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis jalur, uji t, uji F, koefisien determinasi, serta uji Sobel dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Namun, gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,834, yang berarti model mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 83,4%. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan. Dengan demikian, peningkatan kinerja karyawan lebih efektif dilakukan melalui penguatan motivasi kerja secara langsung, disertai penerapan kepemimpinan transformasional sebagai faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif dan produktif. Temuan ini memperlihatkan bahwa motivasi kerja memiliki peran strategis sebagai determinan utama kinerja, terutama pada organisasi manufaktur yang sangat bergantung pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi operasional karyawan di setiap bagian.
Penguatan Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial melalui Festival Muharam dan Edukasi Anti-buliying di Kelurahan Sayar Arip Mustahidin; Fathullah Fathullah; Ofik Hidayat; Rokmani Rokmani; Ucu Sulhiah Ulfah
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1526

Abstract

Kuliah kerja mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Lokasi pengabdian ini dilaksanakan di kelurahan sayar kecamatan taktakan. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan serta koordinasi dengan kelurahan, masyarakat dan pihak sekolah menujukan perlu adanya penguatan karakter dan kepedulian sosial serta edukasi mengenai perundungan pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman edukatif yang kontekstual melalui optimalisasi festival Muharam dan seminar anti bullying. Adapun metode pelasksanaan meliputi tahap persiapan dan koordinasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasm masyarakat dalam Festival Muharam seperti membantu mempersiapkan fasilitas, terlibat dalam kegiatan santunan, mengikut sertakan putra-putrinya dalam beragam kegiatan serta mendampinginya, sementara pada kegiatan edukasi anti-bullying melalui penggunaan medi curhat anak-anak mengalami beragam bentuk bullying seperti kekeran fisik yang ditunjukkan untuk bercanda, diberikan nama julukan, diejek keadaan fisik ataupun dengan nama kedua orangtuanaya, pengalaman-pengalam siswa menjadi bahan edukasi dalam mengenali bentuk serta pencegahan seperti mempertimbangkan perasaan dalam bertindak, menghindari situasi yang mulai mengarahak kepada tindakan bullying serta melaporkan tindakan kepada wali kelas ataupun guru. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, sekolah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan Kelurahan Sayar yang religius dan harmonis.