Nahrul Pintoko Aji
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekoteologi Islam dan Ekonomi Sumber Daya Alam : Studi Tafsir Tematik Atas Ayat Kerusakan (Fasad) dalam Perspektif Islamic Studies Nahrul Pintoko Aji; Fatmawati Sungkawaningrum
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11216

Abstract

Krisis ekologi global sebagai konsekuensi dari praktik politik-ekonomi yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengabaikan prinsip keberlanjutan. Dalam perspektif Islam, persoalan tersebut dipahami melalui konsep fasād dalam Al-Qur'an yang tidak hanya merujuk pada kerusakan moral, tetapi juga mencakup kerusakan ekologis akibat perilaku manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep fasād dalam Al-Qur'an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) serta mengkaji relevansinya terhadap persoalan politik ekonomi sumber daya alam kontemporer. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap QS. Ar-Rum ayat 41 dan QS. Al-Qashash ayat 77 melalui perspektif ekoteologi Islam dan ekonomi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep fasād merepresentasikan kerusakan yang bersifat multidimensional, meliputi aspek moral, sosial, ekonomi, dan ekologis yang lahir akibat eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Al-Qur'an menempatkan manusia sebagai khalifah yang berkewajiban menjaga keseimbangan (mizan), amanah, dan keadilan ekologis dalam pengelolaan sumber daya alam. Temuan ini menegaskan bahwa eksploitasi yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi bertentangan dengan nilai-nilai tauhid dan keberlanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi ekonomi Islam berbasis lingkungan dengan merekonstruksi konsep fasād sebagai kritik teologis terhadap sistem ekonomi eksploitatif sekaligus menawarkan landasan normatif bagi pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan publik yang berorientasi pada keberlanjutan ekologis dan keadilan sosial.