Anisa Sains Kharisma
Universitas Muhadi Setiabudi Brebes

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan Digital, Herding Behavior dan Overconfidence Terhadap Keputusan Investasi Gen Z (Studi empiris pada mahasiswa FEB UMUS) Diyanah Diyanah; Dumadi Dumadi; Roni Roni; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumalasari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11396

Abstract

Fenomena meningkatnya partisipasi Gen Z dalam berinvestasi di era digital sekarang ini tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai serta rentan terpengaruh oleh faktor psikologis dalam pengambilan keputusan investasi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan digital, herding behavior, dan oveconfidence terhadap keputusan investasi Gen Z dengan studi empiris pada mahasiswa FEB UMUS. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan kausal ekplanatoris, dengan populasi penelitian 403 mahasiswa aktif FEB UMUS. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 201 responden yang dintentukan melalui rumus Slovin dengan margin error 5%. Data dikumpulkan menlalui kuesioner yang disebarkan secara online dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan secara parsial literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi (t=9,795; sig=0,000), herding behavior berpengaruh positif dan signifikan (t=3,629; sig=0,000), sedangkan overconfidence berpengaruh signifikan dengan arah negatif (t=2,569; sig=0,011). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan (F= 45,43; sig=0,000) dengan kontribusi sebesar 40,0% (Adjusted R2= 0,400). Namun dalam uji asumsi klasik menunjukan adanya indikasi heteroskedasitas pada variabel herding behavior (sig. Glejser = 0,021 < 0,05), sehingga interpretasi vriabel tersebut harus hati-hati. Literasi keungan dalam penelitian ini menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi terhadap keputusan investasi. Penelitian ini memberikan implikasi bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan program literasi digital dan mengedukasi mahasiswa terkait degan bias perilaku dalam berinvestasi.
Pengaruh Tingkat Pendapatan dan Pengetahuan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dengan Kualitas Pelayanan Pajak sebagai Variabel Intervening As’sya Sulkhati Baeduri; Dumadi Dumadi; Roni Roni; Anisa Sains Kharisma; Nasiruddin Nasiruddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11397

Abstract

Kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berperan penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, realisasi penerimaan PBB-P2 di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, menunjukkan tren penurunan selama periode 2023–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendapatan dan pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dengan kualitas pelayanan pajak sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 2.715 wajib pajak PBB-P2, dengan sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan (T = 3,582; p = 0,000) serta kepatuhan wajib pajak (T = 4,714; p = 0,000). Pengetahuan pajak berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan (T = 2,592; p = 0,010), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak (T = 1,024; p = 0,306). Kualitas pelayanan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak (T = 0,510; p = 0,610) dan tidak mampu memediasi pengaruh tingkat pendapatan maupun pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Model penelitian memiliki kemampuan prediksi yang sangat baik dengan nilai R² sebesar 0,903 untuk kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian, tingkat pendapatan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak PBB-P2, sedangkan pengetahuan pajak dan kualitas pelayanan belum mampu meningkatkan kepatuhan secara langsung maupun melalui mekanisme mediasi.