Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Ziarah ke Makam Leluhur: Kasus Pejabat Muslim di Madiun (2018-2024) Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11168

Abstract

Madiun merupakan sebuah wilayah di bagian timur Pulau Jawa, berdiri sekitar 458 tahun lalu dengan nama Purabaya, dan beberapa kali mengalami pergantian fase kerajaan Islam, di antaranya Demak, Pajang, dan Mataram. Selanjutnya beralih ke tangan Pemerintah Hindia Belanda dengan berbagai dinamika politik, hingga puncaknya terpisah menjadi dua pemerintahan, yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun. Di sisi lain, kegiatan ziarah ke makam para leluhur sebagai tradisi keagamaan yang diajarkan oleh orang-orang zaman dulu, begitu mengakar kuat di kalangan masyarakat muslim Madiun tak terkecuali pejabat pemerintahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana peran pejabat muslim di Madiun dalam melestarikan tradisi ziarah ke makam para leluhur yang mempunyai andil dalam membangun Madiun pada masa lampau. Metode yang digunakan adalah sejarah, adapun tahapannya terdiri atas heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan penulisan. Berikutnya pendekatan sosiologi agama untuk menganalisis hubungan antara agama dengan pejabat pemerintah, serta diperkuat teori peranan sosial oleh Erving Goofman untuk menjelaskan peran pejabat pemerintah di Madiun dalam mengajak masyarakatnyaa agar ikut melestarikan tradisi ziarah ke makam para leluhur. Selain itu, teori tindakan sosial oleh Max Weber untuk menguraikan beberapa temuan mengenai tujuan melakukan ziarah, seperti mengenang jasa para pemimpin sebelumnya yang telah mengabdi untuk kemakmuran masyarakat Madiun, serta memohon doa restu agar diberi kelancaran selama mengemban tugas di pemerintahan.
MODERNISASI DAN TRANSFORMASI MARITIM KESULTANAN UTSMANIYAH: STUDI ATAS FREGAT ERTUĞRUL DAN KAPAL SELAM NORDENFELT (1863–1890) Naufal Rahmansyah Nur Wilakso; Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid; Dwi Susanto
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 8 No. 2 (2026): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jambe.v8i2.250

Abstract

Penelitian ini membahas modernisasi maritim Kesultanan Utsmaniyah pada paruh kedua abad ke-19 dengan fokus pada kapal fregat Ertuğrul dan kapal selam Nordenfelt dalam periode 1863–1890. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi politik dan militer Utsmaniyah, perkembangan teknologi kapal perang, serta strategi maritim yang diterapkan dalam mempertahankan kedaulatan dan memperkuat posisi internasional kekaisaran. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan sumber pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, serta dokumen sejarah terkait perkembangan angkatan laut Utsmaniyah abad ke-19. Pendekatan sejarah militer dan teori tantangan dan respons digunakan untuk memahami kebijakan modernisasi sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan geopolitik dan kemajuan teknologi militer Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi maritim Utsmaniyah merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas pertahanan laut melalui adopsi teknologi modern. Kapal fregat Ertuğrul berperan dalam pelatihan militer dan diplomasi internasional, sedangkan kapal selam Nordenfelt merepresentasikan inovasi pertahanan maritim. Meskipun demikian, modernisasi tersebut masih menghadapi keterbatasan struktural, terutama ketergantungan teknologi asing dan kondisi ekonomi kekaisaran.