Alifiya Nabila Pratiwi
Poltekkes Kemenkes Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN MANIS DENGAN KARIES GIGI PADA SISWA SDN 104211 MARINDAL Alifiya Nabila Pratiwi; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5296

Abstract

Karies Gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar. Berdasarkan data awal yang peneliti ambil pada 15 orang siswa kelas 5 SDN 104211 Marindal. Salah satu faktor utama penyebab karies gigi adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan tanpa diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa SDN 104211 Marindal.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang dipilih secara acak (random sampling). Instrumen yang digunakan meliputi kuisioner konsumsi makanan manis dan pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks def-t dan DMF-T. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dalam kategori kadang-kadang ( 41,4% ) dan sering (34,3%). Sebagian besar siswa juga mengalami karies dengan tingkat sedang (40%) dan tinggi (28,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin sering siswa mengkonsumsi makanan manis maka semakin tinggi risiko terjadinya karies gigi. Diperlukan peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengurangi konsumsi makanan manis.