Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE EFFECT OF THE USE OF SPECIAL ORTODONTIC DENTAL ATTITUDES TOWARDS DENTAL AND MOUTH CLEANER STATUS OF HIGH ORTHODONTIC USERS IN BANDA ACEH 3 STATE VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS wirza wirza; Ratna Wilis
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.12 KB) | DOI: 10.35910/jbkm.v3i1.184

Abstract

Good oral hygiene is a challenge for orthodontic patients because food easily becomes trapped around brackets and under archives so that it is a barrier during brushing. Mechanical tooth cleaning is the most effective effort to prevent plaque from occurring, one of which is by brushing teeth. Although a toothbrush is the most effective mechanical tool for cleaning plaque, the effectiveness of brushing teeth also depends on the shape of the toothbrush, the long frequency of brushing teeth and a good method for everyone to use. This study aims to determine the effect of using orthodontic toothbrushes on the status of oral and dental hygiene in fixed orthodontic users in students of SMK Negeri 3 Banda Aceh. This type of research is quasi experimental. The subjects in this study were all students who used fixed orthodontics 30 people, then divided into two groups, the intervention group consisted of 15 people given intervention (brushing using orthodontic toothbrushes) and the control group consisted of 15 people who were not given intervention (brushing teeth using a conventional toothbrush). The sampling technique in this study was purposive sampling Analysis of the results of data (quantitative) in this study using; using the non parametric t test (Wilcoxon) and Mann Whitney. The results showed that there were differences in the mean values ​​of dental and oral hygiene status (PHP-M index) in the treatment group and the control group which were statistically significant (p <0.05) before and after brushing using conventional orthodontic and toothbrush toothbrushes on fixed orthodontic users in students of SMK Negeri 3 Banda Aceh. There was a significant difference in the PHP-M Index after the intervention (post-test) between the treatment groups (brushing teeth using orthodontic toothbrushes) and the control group (brushing using conventional toothbrushes), this was shown statistically p <0.05) . It is recommended that you always maintain oral hygiene so that the teeth and gum tissues remain healthy by brushing your teeth, at least twice a day, namely after breakfast, and the night before
THE RELETIONSHIP OF CHILDRENS KNOWLEDGE ABOUT FOOD TYPES WITH DENTAL CARE IN SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Ratna Wilis; Wirza Wirza
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v3i2.185

Abstract

Background: Test results and initial interviews by the investigators of the 30 students of SMPN 1Peukan Bada, Aceh Besar gained an average of DMF-T / def-t reaches 2.02 (low category), the lower knowledgeable about the types of snacks were 12 pupils (40%) and the high knowledgeable about the types of snacks were 18 pupils (60%). This study aims to determine the relationship of knowledge about the types of snacks children with dental caries in the SMPN 1 students Peukan Bada, Aceh Besar. Methods: This study was analytical, The population in this study were all students at SMPN 1 Peukan Bada many as 372 students. Sampling by using proportional sampling is numbered 79 students. Results: The results showed that students who have a high knowledge with caries criteria were numbered 17 people (29.8%). Statistical test results obtained p value of 0.196, while α = 0.05 and df = 4. Therefore p> α, so that Ha rejected, there is no relationship of knowledge about the types of snacks children with dental caries in students SMPN 1Peukan Bada, Aceh Besar. Conclusion: No relationship of knowledge about the types of snacks children with dental caries in the SMPN 1 Peukan Bada, Aceh Besar district.
The Relationship between Public Knowledge About Fluorine and Prevention of Dental Caries in Kandang Village, Darul Imarah District, Aceh Besar District Cut Ratna Keumala; Ratna Wilis
Science Midwifery Vol 10 No 3 (2022): August: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i3.639

Abstract

Dental caries is an infectious and multifactorial disease that affects some people. A simple and economical procedure can prevent caries by brushing the teeth with fluoride toothpaste. Using fluoride toothpaste is thought to reduce the incidence of dental caries. However, knowledge about fluoride in reducing dental caries is still limited among the community, so the status of dental caries is still high. Therefore, a study is needed to determine the relationship between public knowledge about fluoride and the prevention of dental caries in Kandang Village, Darul Imarah District, and Aceh Besar District. This study used a cross-sectional approach located in Kandang Village, Darul Imarah District, and Aceh Besar District. The research will be conducted on March 11-17. The population in the study was the entire community in Kandang Village, Darul Imarah District, and Aceh Besar District. Sampling in this study amounted to 68 people using the Slovin formula. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed a relationship between public knowledge about fluoride and the prevention of dental caries in the people of Kandang Village, Darul Imarah District, Aceh Besar District, as evidenced by the results of statistical tests with a P value of 0.002 < 0.05. Public knowledge about fluoride was mainly in the low category. Fifty respondents (73.5%), and the dental caries status of the people of Kandang Village was mainly in the high category, namely 23 respondents (33.8%).
HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN MANIS DENGAN KARIES GIGI PADA SISWA SDN 104211 MARINDAL Alifiya Nabila Pratiwi; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5296

Abstract

Karies Gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar. Berdasarkan data awal yang peneliti ambil pada 15 orang siswa kelas 5 SDN 104211 Marindal. Salah satu faktor utama penyebab karies gigi adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan tanpa diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa SDN 104211 Marindal.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang dipilih secara acak (random sampling). Instrumen yang digunakan meliputi kuisioner konsumsi makanan manis dan pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks def-t dan DMF-T. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dalam kategori kadang-kadang ( 41,4% ) dan sering (34,3%). Sebagian besar siswa juga mengalami karies dengan tingkat sedang (40%) dan tinggi (28,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin sering siswa mengkonsumsi makanan manis maka semakin tinggi risiko terjadinya karies gigi. Diperlukan peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengurangi konsumsi makanan manis.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PASTA GIGI HERBAL DAUN SIRIH DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA USIA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SIMPANG TIGA ACEH BESAR Widiya Karima Halim; Ratna Wilis; Andriani Andriani; Nasri Nasri; Intan Liana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5315

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut di provinsi Aceh besar masih tinggi, dengan 55,34% penduduk mengalami masalah ini (Riskesdas 2018). Data awal menunjukkan nilai rata-rata skor plak sebesar 2,07 (kategori sedang) pada 10 anak, dengan 8 diantaranya menggunakan pasta gigi non herbal. Penggunaan pasta gigi yang tepat,baik herbal maunpun non herbal dapat membantu mengendalikan plak dan menjaga kebersihan gigi dan mulut.. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penggunaan pasta gigi herbal daun sirih dengan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak pada usia remaja di SMP Negeri 1 Simpang Tiga Aceh Besar. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian quasi eksperimen, pretest dan posttest desain. Sampel diambil menggunakan rumus slovin dengan teknik proportionate   stratified   random   sampling. Data diambil dengan mengukur plak menggunakan indeks PHP. Analisis data dilakukan menggunakan uji T-test. Hasil: Pasta gigi herbal daun sirih dan pasta gigi non herbal efektif dalam menurunkan indeks plak. Hasil Uji Independen T-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara nilai pre-test kedua kelompok P-value=0,344 (>0,05), namun terdapat perbedaan signifikan antara nilai post-test kedua kelompok P-value=<0,001 (<0,05). Hasil Uji Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai indeks plak pre-post test pada kedua kelompok dengan (P-value=< 0,001) (<0,05). Kesimpulan: Pasta gigi herbal daun sirih lebih efektif dibandingkan pasta gigi non herbal. Dilihat dari nilai rata-rata sebelum perlakuan 2,796 (kategori sedang) dan setelah perlakuan 1,615 (kategori baik), serta selisih penurunan indeks plak sebesar 1,1815. Saran: Pasta gigi herbal daun sirih dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut karena efektif menurunkan plak dan memiliki sifat antibakteri serta antiinflamasi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK KELAS VI SDN PERTIWI LAMGAROT KABUPATEN ACEH BESAR Liza Rohadatul ‘Aisy; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5206

Abstract

Pola makan merupakan suatu cara untuk mengonsumsi aneka ragam jenis makanan serta mengatur porsi makan yang dapat memberikan informasi mengenai gambaran makanan seseorang. Data awal terhadap 10 anak pada usia 11-12 tahun menghasilkan nilai rata-rata status karies gigi sebesar 4,3 dimana nilai tersebut dinyatakan kriteria sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pola makan dengan terjadinya karies gigi pada anak Kelas VI SDN Pertiwi  Lamgarot Kabupaten  Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Dengan sampel sejumlah 50 murid. Penelitian ini bertempat di SDN Pertiwi  Lamgarot Kabupaten  Aceh Besar. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisa data diperoleh p value = 0,000 (P<0,05) yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan terjadinya karies gigi pada anak Kelas VI  SDN Pertiwi  Lamgarot Kabupaten  Aceh Besar. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan  terjadinya karies gigi pada anak Kelas VI  SDN Pertiwi  Lamgarot Kabupaten  Aceh Besar. Disarankan kepada seluruh murid yang mengalami karies gigi untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA FLIPCHART DAN FLASHCARD TERHADAP PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI SISWA SD NEGERI DHAM CEUKOK KABUPATEN ACEH BESAR Nurhaliza Nurhaliza; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5177

Abstract

Media Poster yang selama ini diterapkan oleh program UKGS di SD Negeri Dham Ceukok untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD Negeri Dham Ceukok Kabupaten Aceh Besar, ternyata masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan terhadap pengetahuan menyikat gigi siswa SD Negeri Dham Ceukok, Dikarenakan media poster yang kurang menarik atau memiliki desain yang monoton sehingga diabaikan oleh siswa.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan menggunakan media flipchart dan flashcard terhadap pengetahuan menyikat gigi siswa SDN Dham Ceukok Kabupaten Aceh Besar. metode penelitiannya adalah Quasy Experiment dengan rancangan penelitian pre-test dan post-test group design menggunakan dua kelompok perlakuan untuk melihat efektivitas penyuluhan menyikat gigi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian uji Wilcoxon dengan nilai p value 0,000 < 0,05 dan uji pengaruh menggunakan uji mann-whitney dengan nilai p value 0,016< 0,05. Nilai peringkat rata-rata kelompok flipchart adalah 13,56, sedangkan kelompok flashcard adalah 21,44.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
HUBUNGAN KETERAMPILAN KADER DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS INGIN JAYA DESA LAMBARO KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Helviona Rachmy; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4837

Abstract

Peningkatan keterampilan kader kesehatan gigi di desa Lambaro menjadi fokus utama untuk memajukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Data dari Puskesmas Ingin Jaya Desa Lambaro, Aceh Besar menunjukkan 751 kunjungan ke poligigi pada tahun 2023, dengan 651 kunjungan terkait masalah karies gigi dan penambalan, serta 98 kunjungan untuk pencabutan gigi. Pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut pada 10  yang mana status kebersihan gigi dan mulut nya pada kategori Buruk (OHI-S 3,4).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur hubungan antara keterampilan kader kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional, di mana populasi penelitian mencakup seluruh masyarakat Desa Lambaro, dengan sampel yang diambil secara accidental dari 72 individu saat kegiatan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader posyandu memiliki keterampilan pada kategori cukup dan status kebersihan gigi dan mulut responden kebanyakan berada pada kategori sedang. Nilai P-Value pada kategori status kebersihan gigi dan mulut dengan keterampilan kader adalah 0,002 yang mana terdapat hubungan signifikan antara keterampilan kader dengan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat, di mana penilaian baik pada status kebersihan gigi seluruhnya diberikan oleh responden yang dilayani oleh kader dengan keterampilan baik. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan kualitas keterampilan kader kesehatan gigi dengan peningkatan status kebersihan gigi dan mulut masyarakat. Ini menegaskan bahwa pelatihan dan edukasi untuk kader dapat memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut masyarakat.
EDUKASI BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA MELALUI CERAMAH DAN LEAFLET DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Henny Febriani; Ratna Wilis; Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan berisiko tinggi yang kerap dimulai sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku merokok di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan melalui dua metode edukasi, yaitu ceramah dan leaflet. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi melalui ceramah dan pembagian leaflet secara terstruktur, serta pengukuran kembali melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan perbandingan efektivitas yang menunjukkan bahwa metode ceramah memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan leaflet. Kegiatan ini membuktikan pentingnya pendekatan edukatif yang interaktif dan langsung dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini.