Novalia Widia Ningrum
Program studi sarjana kebidanan, fakultas kesehatan, universitas sari mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI KEGAGALAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIR BUTONG Misri Misri; Putri Yuliantie; Melviani melviani; Novalia Widia Ningrum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5477

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terpenting yang dibutuhkan bayi idealnya diberikan selama 6 bulan dan dilanjutkan makanan pendamping sampai usia 2 tahun. Gagalnya ASI eksklusif dapat menimbulkan gejala negatif pada bayi diantaranya adalah, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Sehingga perlu adanya identifikasi lanjutan dalam kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Untuk mengidentifikasi kegagalan pemberian asi eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Pir Butong dengan faktor pendidikan pekerjaan dan pengetahuan. Penelitian deskriptif kuantitatif, populasi 30 orang ibu menyusui yang memiliki bayi 6-12 bulan. Pengkajian data menggunakan kuesioner pada variabel pengetahua, pendidikan, pekerjaan dan Breastfeeding self efficacy/niat menyusui. Dianalisis menggunakan univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari responden. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mengidentifikasi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Pir Butong ditemukan bahwa dari 30 responden memiliki mayoritas pendidikan rendah yaitu 24 orang atau 80%, ibu tidak bekerja sebanyak 21 orang atau 70%, ibu yang memiliki pengatahuan dengan kategori tinggi sebanyak 21 orang atau 70% dan Breastfeeding Self Efficacy dengan kategori rendah sebanyak 19 orang atau 63,3%. Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan niat menyusui pada Ibu diidentifikasi sebagai variabel yang dapat menjadikan kegagalan dalam menyusui.
HUBUNGAN DISMENORE DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN TAKHASHUSH DINIYAH KAMPUNG BARU Mukarramah Mukarramah; Istiqamah Istiqamah; Yayuk Puji Lestari; Novalia Widia Ningrum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5476

Abstract

Dismenore merupakan gangguan fisik yang berupa nyeri (kram perut) dan Dismenore merupakan nyeri sebelum, sewaktu, dan sesudah menstruasi. Gangguan ini biasanya mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan menstruasi dan dapat terasa 24 – 36 jam. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha. Mereka yang mengalami dismenore pada saat menstruasi akan membatasi aktivitas harian mereka khususnya aktivitas dalam pembelajaran sekolah. Seorang siswi yang mengalami dismenore tentunya akan merasa terganggu aktivitas belajar mereka disekolah bahkan tidak jarang hal ini juga membuat mereka absen atau tidak bisa masuk sekolah. Mengetahui hubungan dismenore dengan aktivitas belajar pada remaja putri dipondok pesantren takhashush diniyah kampung baru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore sedang sebanyak 22 orang (35,5%) dan yang mengalami aktivitas terganggu sebanyak 23 orang (37,1%). Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji statistic chi-square dan didapatkan nilai p = 0,003 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar pada remaja putri di Pondok Pesantren Takhashush Diniyah Kampung Baru.