Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Menurut data WHO (2023), prevalensi low back pain (LBP) menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal secara global mencapai 1,71 miliar kasus. Berdasarkan RISKESDAS (2023), di Indonesia terdapat 12.914 kasus low back pain atau sekitar 3,71% dari populasi yang ada, dan provinsi Aceh memiliki frekuensi tertinggi (13,3%) yang menjadikannya masalah kesehatan terbesar kedua setelah influenza. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dianalisa secara analisis univarat, bivariat dan multivariate (regresi logistic binary). Populasi dalam penelitian ini yaitu 109 orang pekerja. Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental Sampling dengan jumlah sampel 52 orang, penelitian dilakukan pada Februari 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden berusia 46-55 tahun sebanyak 38 orang (73,1%), dengan beban kerja berat sebanyak 35 orang (67,3%) dan masa kerja ? 10 Tahun sebanyak 38 orang (67,3%) dari total responden yang mengalami LBP sebanyak 33 orang (63,5%). Berdasarkan hasil analisa uji Chi Square pada derajat kemaknaan 95 % variabel usia diketahui bahwa nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), beban kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05) dan masa kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), sehingga ada hubungan faktor usia, beban kerja dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja sawit di PT. Karya Tanah Subur Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Hasil uji regresi binary logistic yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (keluhan low back pain) adalah variabel masa kerja dimana diperoleh nilai OR (69.333) dan p (Sig) 0,000, artinya masa kerja pekerja sawit berpeluang 69.333 kali lebih besar mengalami keluhan low back pain.