Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 8 KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Ismail Ismail; Ayu Dasmita; Rani Suraiya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.4973

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama di masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat besi yang tinggi. Data Dinas Kesehatan Banda Aceh anak sekolah Tingkat SMP di Kota Banda Aceh menyatakan, prevalensi anemia tertinggi pada remaja putri tingkat SMP berada di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam dengan 115 (35,17%) kasus dari 327 orang remaja putri yang diskrining. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor pengetahuan, sikap, siklus mentruasi, perilaku makan, dan faktor lingkungan dengan kejadian anemia pada remaja. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswi kelas VIII sebanyak 112 orang, sampel diambil sebanyak 30 responden yang diambil secara sistematika random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian telah bulan Mei 2025. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan (p-value=0.034, OR=8.000), sikap (p-value=0.035, OR=2.082), siklus menstruasi (p-value=0.589, OR=0.111), perilaku makan (p-value=0.028, OR=10/200), faktor lingkungan (p-value=0.345, OR=0.700). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku makan dengan anemia pada remaja, sedangkan siklus mentruasi dan faktor lingkungan tidak berhubungan dengan anemia remaja. Saran perlunya edukasi kesehatan yang berkelanjutan di sekolah dengan melibatkan guru, orang tua, dan petugas kesehatan. Program edukasi tersebut sebaiknya difokuskan pada peningkatan kesadaran gizi, pentingnya asupan zat besi, serta pembentukan kebiasaan makan sehat di kalangan remaja.