ABSTRAK Pertumbuhan pesat permukiman di Kota Tomohon mendorong kebutuhan akan evaluasi distribusi dan fungsi pusat-pusat permukiman agar selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasi 44 kelurahan di Kota Tomohon dengan pendekatan spasial dan kombinasi kuantitatif-kualitatif, menggunakan empat metode, analisis: skalogram, indeks sentralitas, aksesibilitas, dan gravitasi. Hasil kajian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara sebagian penetapan pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon 2014–2034 dengan kondisi aktual. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa tidak semua kelurahan yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan memiliki peran sesuai dengan karakteristik fasilitas dan interaksi wilayahnya. Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian kebijakan perencanaan tata ruang agar pusat-pusat pelayanan permukiman di Kota Tomohon dapat berfungsi secara optimal, adil, dan merata. Kata kunci: Pusat Permukiman, Ketersediaan, Sarana, Evaluasi, Tomohon ABSTRACT The rapid growth of settlements in Tomohon City necessitates an evaluation of the distribution and function of settlement centers to align with the principles of sustainable development. This study evaluates 44 urban villages (kelurahan) in Tomohon City using a spatial and mixed-methods approach (quantitative and qualitative), applying four analytical methods: scalogram, centrality index, accessibility, and gravity analysis. The results indicate a mismatch between some of the designated service centers in the 2014–2034 Spatial Plan (RTRW) of Tomohon City and the actual conditions in the field. The analysis reveals that not all urban villages assigned as service centers possess the characteristics or supporting facilities to fulfill those roles effectively. This study recommends revising the spatial planning policies to ensure that settlement service centers in Tomohon City function optimally, equitably, and contribute to balanced regional development. Keywords : settlement center, availability, facilities, evaluation