This Author published in this journals
All Journal Media Matrasain
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengembangan Objek Benteng Cagar Budaya di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Sebagai Wisata Sejarah Fadiah J. Arif; Cynthia E.V Wuisang; Julianus A R Sondakh
MEDIA MATRASAIN Vol. 23 No. 1 (2026): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v23i1.63658

Abstract

ABSTRAK Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara merupakan kota bersejarah yang menyimpan peninggalan arsitektur kolonial berupa benteng-benteng dari era Portugis, Spanyol, dan Belanda. Benteng Tolukko, Oranje, Kalamata, Kastela, dan Kota Janji memiliki nilai sejarah dan visual yang tinggi serta berada di lokasi strategis, menjadikannya berpotensi besar dikembangkan sebagai objek wisata sejarah. Namun, pengelolaan saat ini masih belum maksimal akibat kurangnya fasilitas pendukung, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta tekanan dari aktivitas pembangunan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual benteng cagar budaya di Kota Ternate melalui pendekatan 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Layanan Penunjang), serta merumuskan strategi pengembangan berbasis analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi SO (Strength-Opportunity) merupakan pendekatan yang paling relevan, yakni dengan mengoptimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal melalui penguatan nilai sejarah serta partisipasi masyarakat. Rekomendasi pengembangan juga diarahkan melalui pendekatan penataan ruang berbasis pelestarian, seperti pembagian zona inti dan penyangga, guna mendorong pengembangan pariwisata sejarah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Kata Kunci: Benteng, Cagar budaya, Wisata sejarah, Pengembangan, 4A, Analisis SWOT, Kota Ternate ABSTRACT Ternate City in North Maluku Province is a historical city that holds colonial architectural relics in the form of forts from the Portuguese, Spanish and Dutch eras. Tolukko, Oranje, Kalamata, Kastela, and Kota Janji forts have high historical and visual value and are located in strategic locations, making them have great potential to be developed as historical tourism objects. However, current management is still not maximized due to the lack of supporting facilities, low community involvement, and pressure from urban development activities. This research aims to identify the actual condition of the cultural heritage fort in Ternate City through the 4A approach (Attraction, Accessibility, Amenity, and Supporting Services), and formulate a development strategy based on SWOT analysis. The results of the analysis show that the SO (Strength-Opportunity) strategy is the most relevant approach, namely by optimizing internal strengths and external opportunities through strengthening historical values and community participation. Development recommendations are also directed through a preservation-based spatial planning approach, such as the division of core and buffer zones, to encourage the development of sustainable historical tourism and improve the welfare of the surrounding community. Keywords: Fort, cultural heritage, historical tourism, development, 4A, SWOT analysis, Ternate City