p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Matrasain
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Objek Benteng Cagar Budaya di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Sebagai Wisata Sejarah Fadiah J. Arif; Cynthia E.V Wuisang; Julianus A R Sondakh
MEDIA MATRASAIN Vol. 23 No. 1 (2026): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v23i1.63658

Abstract

ABSTRAK Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara merupakan kota bersejarah yang menyimpan peninggalan arsitektur kolonial berupa benteng-benteng dari era Portugis, Spanyol, dan Belanda. Benteng Tolukko, Oranje, Kalamata, Kastela, dan Kota Janji memiliki nilai sejarah dan visual yang tinggi serta berada di lokasi strategis, menjadikannya berpotensi besar dikembangkan sebagai objek wisata sejarah. Namun, pengelolaan saat ini masih belum maksimal akibat kurangnya fasilitas pendukung, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta tekanan dari aktivitas pembangunan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual benteng cagar budaya di Kota Ternate melalui pendekatan 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Layanan Penunjang), serta merumuskan strategi pengembangan berbasis analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi SO (Strength-Opportunity) merupakan pendekatan yang paling relevan, yakni dengan mengoptimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal melalui penguatan nilai sejarah serta partisipasi masyarakat. Rekomendasi pengembangan juga diarahkan melalui pendekatan penataan ruang berbasis pelestarian, seperti pembagian zona inti dan penyangga, guna mendorong pengembangan pariwisata sejarah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Kata Kunci: Benteng, Cagar budaya, Wisata sejarah, Pengembangan, 4A, Analisis SWOT, Kota Ternate ABSTRACT Ternate City in North Maluku Province is a historical city that holds colonial architectural relics in the form of forts from the Portuguese, Spanish and Dutch eras. Tolukko, Oranje, Kalamata, Kastela, and Kota Janji forts have high historical and visual value and are located in strategic locations, making them have great potential to be developed as historical tourism objects. However, current management is still not maximized due to the lack of supporting facilities, low community involvement, and pressure from urban development activities. This research aims to identify the actual condition of the cultural heritage fort in Ternate City through the 4A approach (Attraction, Accessibility, Amenity, and Supporting Services), and formulate a development strategy based on SWOT analysis. The results of the analysis show that the SO (Strength-Opportunity) strategy is the most relevant approach, namely by optimizing internal strengths and external opportunities through strengthening historical values and community participation. Development recommendations are also directed through a preservation-based spatial planning approach, such as the division of core and buffer zones, to encourage the development of sustainable historical tourism and improve the welfare of the surrounding community. Keywords: Fort, cultural heritage, historical tourism, development, 4A, SWOT analysis, Ternate City
Strategi Pengembangan Cagar Budaya di Kawasan Pusat Kota Lama Manado Sebagai Potensi Wisata Budaya Perkotaan Gabriella Tendean; Cynthia E.V Wuisang
MEDIA MATRASAIN Vol. 23 No. 1 (2026): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v23i1.63660

Abstract

Abstrak Kawasan Kota Lama Manado menyimpan berbagai objek cagar budaya bernilai sejarah dan arsitektur, namun sebagian mengalami penurunan kualitas fisik, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya perkotaan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan posisi strategi berada pada kuadran agresif (growth), dengan prioritas pada pelestarian, peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan fasilitas wisata, pemanfaatan ruang publik, serta penguatan regulasi. Revitalisasi terpadu yang melibatkan pemerintah, swasta, komunitas, dan akademisi diharapkan mampu menjadikan Kota Lama Manado destinasi wisata budaya berdaya saing sekaligus mendukung pelestarian warisan sejarah dan pertumbuhan ekonomi lokal. Kata Kunci: Cagar budaya, Kota Lama Manado, wisata budaya, SWOT, strategi pengembangan Abstract The Old Town of Manado contains various cultural heritage sites of historical and architectural value, yet many face physical deterioration, limited facilities, and low public awareness. This study aims to formulate development strategies for the area as an urban cultural tourism destination using a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The findings place the strategy in the aggressive (growth) quadrant, prioritizing heritage preservation, community participation, tourism facility development, public space utilization, and regulatory reinforcement. An integrated revitalization involving government, private sector, communities, and academia is expected to transform Old Town Manado into a competitive cultural tourism destination that supports both heritage conservation and local economic growth. Keywords: Cultural heritage, Old Town Manado, cultural tourism, SWOT, development strategy.