Patra Tarigan
Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) Gempa Tapanuli Utara Menggunakan Metode Atkinson–Boore dan Rekaman Akselerograf Fatimah Isma; Lailatul Husna Lubis; Patra Tarigan; Sugeng
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 9 No 01 (2026): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v9i01.14483

Abstract

Kabupaten Tapanuli Utara merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi karena dipengaruhi oleh sistem Sesar Sumatera dan zona subduksi. Pada tanggal 15 September 2024, telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,7 pada kedalaman 131 km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Peak Ground Acceleration (PGA) melalui dua pendekatan, yaitu rekaman langsung instrumen akselerograf dan estimasi empiris menggunakan metode Ground Motion Prediction Equation (GMPE) Atkinson-Boore (2003) tipe in-slab. Analisis dilakukan pada 36 titik grid di wilayah Tapanuli Utara dengan mempertimbangkan pengaruh jarak hiposenter dan kondisi tanah setempat Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai PGA maksimum dari metode Atkinson-Boore sebesar 0,0416 g, sedangkan data rekaman akselerograf menunjukkan nilai 0,0211 g. Variasi nilai PGA dipengaruhi secara signifikan oleh kondisi geologi lokal; wilayah dengan Vs30 rendah (Site Class C dan D) yang didominasi material lunak seperti Tuffa Toba menunjukkan amplifikasi guncangan yang lebih tinggi. Konversi nilai PGA ke skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menghasilkan tingkat intensitas IV hingga V MMI, yang dikategorikan sebagai guncangan ringan hingga sedang. Secara statistik, metode Atkinson-Boore cenderung overestimate terhadap data aktual dengan nilai residual 0,12–0,37 dengan rata rata sebesar 0,26, dan nilai RMSE sebesar 0,0152 menunjukkan bahwa model ini masih cukup akurat dan representatif untuk digunakan dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi di wilayah tersebut.