Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Relokasi Gempabumi di Sesar Renun A, B, Dan C dengan Menggunakan Metode Double Difference (Hypo-DD) sri wulandari; Alexander F.T Parera; Lailatul Husna Lubis
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 02 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i02.4560

Abstract

Sumatera bagian Utara adalah daerah yang rawan terjadinya gempabumi karena adanya aktifitas tumbukan Lempeng Ino-Australia dan Eurasia. Patahan yang terjadi di Sumatera Utara dipengaruhi oleh beberapa segemen aktif salah satunya sesar Renun A, Renun B, dan Renun C dengan batasan koordinat 9730’0” BT - 9930’0” BT dan 20’0” LU - 330’0” LU. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan relokasi event hiposenter gempabumi di wilayah Sumatera Utara pada segmen sesar Renun A, B, dan C, mengetahui perbandingan perubahan posisi hiposenter gempa di segmen sesar Renun A, B, dan C antara sebelum dilakukan relokasi dan sesudah dilakukan relokasi serta untuk mengetahui pemicu gempa lainnya di sekitar sesar Renun termasuk pada wilayah Toba. Penelitian ini mennggunakan metode Double Difference (Hypo-DD). Data yang digunakan berupa data arrival time yang berasal dari gelombang seismik pada rentang waktu 01 Januari 2020 s.d 31 Desember 2020. data ini diperoleh dari BMKG kelas 1 Deli Serdang. Jumlah event gempabumi yang terelokasi di segemen Renun pada tahun 2020 adalah sebanyak 82 gempabumi. Hasil relokasi dengan menggunakann metode hypoDD menunjukkan perubahan pada hiposenter yang lebih baik dibandingkan posisi awal, gempabumi yang terjadi pada tahun 2020 hanya beberapa kejadian gempabumi pada wilayah sesar Renun A, Renun B, dan Renun C.
PENGARUH PEMBELAJARAN TAHSIN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN MINAT MEMBACA AL-QUR’AN (Studi Saintifik Di Desa Nagori Silampuyang) Lailatul Husna Lubis; Aditya Pratama Pulungan; Arba Dluha; Aulina Madhani Saragih; Anisya Agustina; Putri Nur Hafizah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3298-3307

Abstract

Belajar dan mengajarkan Al-Qur’an menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Indikasi baik buruknya keimanan seseorang juga bisa ditentukan berdasarkan kualitas bacaan serta kemampuan untuk memahami ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertempat di Desa Nagori Silampuyang, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan lapangan yang menunjukkan gejala penurunan minat membaca Al-Qur’an anak-anak di desa Nagori Silampuyang. Selain itu, pemahaman mengenai makna yang terkandung dalam ayat juga penting untuk diajarkan supaya membentuk akhlak, moral dan perilaku yang baik dan terpuji. Maka dari itu metode Tahsin ingin dikenalkan  kepada anak- anak desa tersebut untuk memberikan panduan membaca Al-Qur'an dengan baik, benar, dan indah, serta untuk menghindar dari kesalahan dalam pengucapan yang mengakibatkan perubahan yang terkandung dalam ayat. metode penelitiannya diperoleh dari kuesioner, Focus Group Discussion dan wawancara  di nagori silampuyang. Hasil penelitian berdasarkann pertanyaan tentang minat membaca al-Qur’an. Hasil Penelitian memberikan hasil bahwa Penerapan metode Tahsin menunjukkan peningkatan kualitas serta minat membaca Al-Qur’an anak-anak di desa Nagori Silampuyang.      
Aktivitas Seismisitas Di Wilayah Sumatera Bagian Utara Menggunakan Arc-GIS Periode 2020-2021 Arwi Anti Ayundita; Lailatul Husna Lubis; Wisnu Wardono
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ| Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.913 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v6i2.15448

Abstract

Pulau Sumatera merupakan daerah yang tinggi akan tingkat kegempaannya yang disebabkan karena berada pada daerah pertemuan antara dua lempeng yaitu Indo-Australia dibagian selatan dan lempeng Eurasia dibagian utara. Sumatera bagian Utara terletak pada koordinat 0o – 5o LU dan 96o – 101o BT. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas gempa bumi di wilayah Sumatera bagian Utara berdasarkan magnitudo dan kedalamannya pada tahun 2020 – 2021. Data yang digunakan berasal dari katalog gempa bumi BMKG Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan deskriptif dan pemetaannya menggunakan aplikasi Arc-GIS 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Sumatera bagian Utara pada tahun 2020 sampai 2021 memiliki tingkat kegempaan yang tinggi. Pada tahun 2020,gempa bumi yang terjadi sebanyak 1.352 kejadian dengan rentang magnitudo M1,2 hingga M4,9 dan rentang kedalaman 1 km hingga 750 km. Sedangkan pada tahun 2021, gempa bumi yang terjadi sebanyak 2.994 kejadian dengan rentang magnitudo M1,1 hingga M4,9 dan rentang kedalaman 1 km hingga 276 km.
AKTIVITAS SEISMISITAS DI WILAYAH SUMATERA BAGIAN UTARA MENGGUNAKAN ARC-GIS PERIODE 2020-2021 Lailatul Husna Lubis; Arwi Anti Ayundita; Novita Sari; Wisnu Wardono
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.2.91-98

Abstract

ABSTRAKPulau Sumatera merupakan daerah yang tinggi akan tingkat kegempaannya yang disebabkan karena berada pada daerah pertemuan antara dua lempeng yaitu Indo-Australia dibagian selatan dan lempeng Eurasia dibagian utara. Sumatera bagian Utara terletak pada koordinat 0o – 5o LU dan 96o – 101o BT. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas gempa bumi di wilayah Sumatera bagian Utara berdasarkan magnitudo dan kedalamannya pada tahun 2020 – 2021. Data yang digunakan berasal dari katalog gempa bumi BMKG Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan deskriptif serta pemetaannya menggunakan aplikasi Arc-GIS 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Sumatera bagian Utara pada tahun 2020 sampai 2021 memiliki tingkat kegempaan yang tinggi. Pada tahun 2020, gempa bumi yang terjadi sebanyak 1.352 kejadian dengan rentang magnitudo M1,2 hingga M4,9 dan rentang kedalaman 1 km hingga 750 km. Sedangkan pada tahun 2021, gempa bumi yang terjadi sebanyak 2.994 kejadian dengan rentang magnitudo M1,1 hingga M4,9 dan rentang kedalaman 1 km hingga 276 km.Kata Kunci : Sumatera, Gempa bumi, magnitudo, kedalaman. ABSTRACTThe island of Sumatra is an area that has a hig level of seismicity due to its location at the confluence of two  plates, namely the Indo-Australia plate in the south and the Eurasian plate in the north. North Sumatra is located at coordinate 0o – 5o North Latitude and 96o – 101o East Longitude. The purpose of this study is to determine earthquake activity in the nothern  Sumatra region  based  on its magnitude an depth in 2020-2021. The data used comes from the BMKG Deli Serdang earthquake catalog. The results of the study show that the northern part of Sumatra in 2020 to 2021 has a high level of seismicity. In 2020, there were 1,352 earthquakes with a magnitude range of M1,2 to M4,9 and da depth range of 1 km to 750 km. Meanwhile, in 2021, 2,994 earthquakes occurred with a magnitude range of M1,1 to M4,9 and a depth range of 1 km to 276 km.Keywords : Sumatera, earthquakes, magnitude, depth
Analisis Tingkat Curah Hujan di Wilayah Deli Serdang Tahun 1428H-1442H Muhammad Razzaaq Razzaaq; Lailatul Husna Lubis
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 5 No 01 (2022): GRAVITASI : Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v5i01.5567

Abstract

Curah hujan didefeniskan sebagai air yang jatuh pada ketinggian tertentu pada tempat yang lebih rendah dan diasumsikan sebagai suatu zat yang tidak mengalami penguapan, tidak meresap dan tidak mengalir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat curah hujan yang terjadi di wilayah Deli serdangberdasarkan tinjaunkalender Hijriah. Selama ini perhitungan curah hujan hanya berdasarkan kalender masehi, sehingga dalam penelitian ini dilakukan perhitungan analisis curah hujan maksimum berdasarkan kalender hijriah. Perhitungan dimulai dari bulan muharam 1428 H sampai zulhijjah 1442H. Proses ini dimulai dari pengumpulan data selama 15 tahun, dalam penelitian data yang digunakan berupa data curah hujan harian yang didapat dari Stasiun Klimatologi Kelas I Deli Serdang. Data tersebut diolah menggunakan program pengolah data Microsoft Excel. Hasil analisis diperoleh bahwa curah hujan maksimum bernilai 165mm terjadi pada bulan safar tahun 1426H dan rabiul awal tahun 1437H. Pada bulan hijriah curah hujan maksimum yang sering terjadi selama kurun waktu 15 tahun yaitu muharram.
ANALISIS RESPON MEDAN MAGNET BUMI BERDASARKAN LINTANG PADA SAAT BADAI GEOMAGNETIK TAHUN 2020 Lailatul Husna Lubis; Evi Kusumayani; Yosi Setiawan
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v8i3.219

Abstract

Badai geomagnet terjadi akibat masuknya angin surya berkecepatan tinggi karena lontaran massa korona bersama dengan medan magnet. Badai geomagnet dipercaya membawa dampak besar di lintang tinggi dan semakin menurun sampai ke lintang rendah ekuator magnet. Penelitian ini untuk mengetahui bahwa tidak selamanya respon medan magnet di ekuator yang paling kecil. Penelitian ini menggunakaan data variasi medan magnet bumi dari Stasiun Geofisika Deli Serdang (TUN) dan 5 observatorium magnet bumi dari INTERMAGNET (CKI, PHU, IRT, GNG, CSY) dan badai geomagnetik pada tahun 2020. Pengolahan data variasi harian diawali dengan menghitung FFT dari seluruh sinyal yang terekam pada saat terjadi badai geomagnetik untuk memperoleh nilai SR (solar regular). Selanjutnya pada data variasi harian dari stasiun, nilai SR dihilangkan untuk mendapatkan nilai gangguan dari matahari. Data harian dibagi dalam interval tiga jam. Nilai simpangan maksimum di setiap interval kemudian dihitung pada komponen H dan Z. Hasil analisis menunjukkan bahwa TUN (lintang geomagnetik -3,74°) yang berlokasi di ekuator (lintang paling kecil), respon medan geomagnetik saat terjadi badai geomagnetik tidak menunjukan nilai yang paling kecil. Stasiun yang memberikan respon paling kecil adalah CKI (lintang geomagnetik -21,55°) dan IRT (lintang geogmagnetik 48,12°) kemudian stasiun yang memberikan respon paling tinggi adalah CSY (lintang geomagnetik -80,49°) yang berlokasi di dekat kutub selatan.
Validation of Rain Thickness Model Based on GPM Satellite and Surface Measurements Lailatul Husna Lubis; Aulia Anggraini; Ratni Sirait
Tunas Geografi Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v11i2.40594

Abstract

The limited acquisition of rainfall data from the Climatological Station of Deli Serdang has resulted in constraints on research in several fields. Global Precipitation Measurement (GPM) has spatial and temporal advantages as a solution to this problem. This study aims to provide information on the rain thickness equation model based on the Global Precipitation Measurement (GPM) Satellite as an alternative to calculating rain thickness at the Climatological Station of Deli Serdang. Data from the Global Precipitation Measurement (GPM) Satellite and Climatological Station of Deli Serdang were used, covering the period from January 1 to December 31, 2021. The Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS) method was used to verify the data quality, and the two data were consistent. The rain thickness equation model was obtained using a simple linear regression method. At the same time, the validation of the rain thickness equation model with surface measurements used the Root Mean Square Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R) methods. The validation findings demonstrate that the rain thickness data from the Global Precipitation Measurement (GPM) Satellite was close to that of the Climatological Station of Deli Serdang, with an RMSE value of 5.85 mm, NSE of 0.99 mm, and R of 0.99. Hi = 5.21ti0.50 mm was the model used to calculate the equation for rain thickness. 6.84 mm, 0.69 mm, and 0.94 mm were the validation results of the equation model for RMSE, NSE, and R.Keywords: Rain Thickness, Global Precipitation Measurement (GPM), Climatological Station of Deli Serdang, Equation Model, Validation
Karakterisasi Kandungan Mineral dan Pengaruh Treatment Panas Pasir Besi Hulu Sungai Seruai Kabupaten Deli Serdang Minta Ito; Abdul Halim Daulay; Lailatul Husna Lubis
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Kumparan Fisika Edisi Desember 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.3.151-160

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan mineral pasir besi hulu Sungai Seruai dan mengetahui pengaruh treatment panas yang diberikan terhadap karakteristik pasir besi. Metode karakterisasi menggunakan metode XRD, SEM, dan EDS. Analisis data pada pasir besi menggunakan Software XPowder, Origin, dan Digimizer. Treatment panas oven yang diberikan pada suhu 160  selama 3 jam dan treatment panas matahari dikeringkan di bawah sinar matahari pada suhu cuaca berkisar 25-31  selama 24 jam. Hasil penelitian diperoleh kandungan mineral pasir besi hulu Sungai Seruai adalah  magnetit, hematit, siderit, dan titanomagnetit dengan komposisi masing-masing sebesar 34,1%, 37,3%, 23,2%, dan 5,4% (treatment berupa pemanasan di oven pada suhu 160  selama 3 jam) serta 35,6%, 40,3%, 18,3%, dan 5,8% (treatment berupa pengeringan di bawah sinar matahari selama 24 jam). Terdapat pengaruh treatment panas yang diberikan terhadap karakteristik pasir besi yaitu terjadi peningkatan kandungan magnetit dan hematit saat diberikan treatment panas berupa pengeringan di bawah sinar matahari selama 24 jam.   Kata kunci: pasir besi ekstraksi, kandungan mineral, dan treatment panas   ABSTRACT   This research was conducted to determine the mineral content of iron sand upstream of the Seruai River and to determine the effect of the heat treatment given to the characteristics of iron sand. The characterization method uses XRD, SEM, and EDS methods. Data analysis on iron sand using XPowder, Origin, and Digimizer Software. The oven heat treatment was given at 160 ℃ for 3 hours and the sun heat treatment was dried in the sun at weather temperatures ranging from 25-31 ℃ for 24 hours. The results showed that the mineral content of iron sand upstream of the Seruai River was  magnetite, hematite, siderite, and titanomagnetite with respective compositions of 34.1%, 37.3%, 23.2%, and 5.4% (treatment in the form of heating in oven at 160 ℃ for 3 hours) and 35.6%, 40.3%, 18.3%, and 5.8% (treatment in the form of drying in the sun for 24 hours). There is an effect of the heat treatment given to the characteristics of iron sand, namely an increase in the content of magnetite and hematite when given heat treatment in the form of drying in the sun for 24 hours.   Keywords: iron sand extraction, mineral content, and heat treatment
ANALISIS PEAK GROUND ACCELARATION WILAYAH SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE MC.GUIRRE R.K DAN METODE CAMPBELL Saza Amiroh; Lailatul Husna Lubis; Ratni Sirait
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i2.20384

Abstract

Sumatera Utara merupakan wilayah yang rentan akan bencana gempa bumi, karena berada pada zona subduksi antar lempeng Indo-Australia yang menunjam miring ke dalam lempeng Eurasia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai percepatan gerakan tanah maksimum dan untuk mengetahui pemetaan percepatan gerakan tanah maksimum agar dapat mengetahui daerah yang rawan akan kerusakan akibat gempa bumi di wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan dua rumusan empiris dengan metode Mc.Guirre R.K dan metode Campbell untuk mencari nilai percepatan gerakan tanah maksimum di wilayah Sumatera Utara. Hasil dari nilai percepatan gerakan tanah maksimum yang tertinggi untuk metode Mc.Guirre R.K sebesar 127,8771116 gal, dan hasil percepatan gerakan tanah maksimum yang tertinggi menggunakan metode Campbell sebesar 112,573716 gal. Dari hasil percepatan gerakan tanah maksimum dari kedua metode menghasilkan posisi percepatan gerakan tanah maksimum yang sama, yaitu di kota Sibolga yang terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang Pantai Barat Sumatera Utara dengan kekuatan 5,796666667 Ms dan kedalaman gempa 19,3 Km.
IDENTIFIKASI TINGKAT KERAPUHAN BATUAN (B-VALUE) DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIKELIHOOD DI WILAYAH SUMATERA UTARA PERIODE 1990-2021 Ummi Khairani Siregar; Ratni Sirait; Lailatul Husna Lubis
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.1.37-46

Abstract

ABSTRAK   Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang paling rentan terhadap bencana gempa bumi. Karena terletak pada zona subduksi antara Lempeng Eurasia dan Indo-Australia sehingga menjadi pemicu utama tingginya aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut. Data yang dianalisis dalam kurun waktu 31 tahun (1990-2021). Kekuatan gempa bumi  4 SR dan kedalamannya 0 - 300 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran b-value, indeks seismisitas, probabilitas, serta periode ulang gempa bumi dengan menggunakan Metode Likelihood. Dari analisis menggunakan software Zmap diperoleh hasil sebaran b-value wilayah Sumatera Utara berkisar antara 0.9 – 1.5 dan untuk a-value berkisar antara 6 – 9 yang diperoleh sangat bervariasi dengan standar deviasi sebesar 0.17. Hasil perhitungan indeks seismisitas pertahun dengan magnitude  4 SR sebesar 0.33. Probabilitas gempa bumi dalam periode 10 - 100 tahun berkisar antara 68.3% - 99.9%. Periode ulang gempa bumi merusak berkisar 8.6 tahun.   Kata kunci : b-value, indeks seismisitas, probabilitas, periode ulang   ABSTRACT   North Sumatera is one of the provinces on the island of Sumatera that is most vulnerable to earthquake. Because it is located in a subduction zone between thr Eurasian and Indo-Australia Plates, it is the main trigger for high earthquake activity in the region. The date were analyzed over a period of 31 years (1990-2021). Earthquake strength > 4 SR and depth 0-300 km. This study aims to determine the distribution of b-values in the North Sumatera region ranged from 0.9 to 1.5 and for a-values ranging from 6 to 9 the results obtained were very varied with a standard deviation of 0.17. The probability of an earthquake in a period of 10-100 years rangers from 68.3% - 99.9%. The return period of a destructive earthquake is about 8.6 years.   Keywords : b-value, seismicity index, probability, return period