Abd Rasyid Syamsuri
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan minat berwirausaha mahasiswa pada program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha Universitas Riau Silvia Ulandari Oktaviani; Abd Rasyid Syamsuri; Arika Fitriani
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1159

Abstract

Tujuan –  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan kreativitas terhadap minat berwirausaha mahasiswa pada Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha Universitas Riau. Penelitian ini dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang dapat mendorong meningkatnya minat mahasiswa untuk berwirausaha di lingkungan perguruan tinggi. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa peserta Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha Universitas Riau tahun 2023–2025 sebanyak 138 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan kreativitas, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Kreativitas menjadi variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Selain itu, model penelitian mampu menjelaskan variabel minat berwirausaha sebesar 83,1%. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini hanya dilakukan pada mahasiswa peserta Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha Universitas Riau, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi secara luas pada seluruh mahasiswa di Indonesia. Selain itu, penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti lingkungan keluarga, self-efficacy, literasi digital, dan dukungan sosial, untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan program kewirausahaan yang mampu meningkatkan pengetahuan kewirausahaan, motivasi, dan kreativitas mahasiswa guna mendorong minat berwirausaha. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa di perguruan tinggi. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan pengetahuan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan kreativitas dalam konteks Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha Universitas Riau sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa di perguruan tinggi.
Manajemen sumber daya manusia di era Gen Z: Mengapa masih identik dengan manajemen transaksional? Ns. Juniar Sitinjak; Abd Rasyid Syamsuri
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.886

Abstract

Penelitian ini menganalisis persistensi manajemen transaksional dalam MSDM era Gen Z pada Biddokkes Polda Riau dan RS Bhayangkara TK.III Polda Riau. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan 14 supervisor melalui kuesioner semi-terstruktur, wawancara mendalam, dan observasi. Analisis tematik dilakukan dengan coding, pengembangan tema, dan interpretasi hasil. Kredibilitas dijamin melalui triangulasi metode dan member checking. Hasil menunjukkan dominasi manajemen transaksional dengan 70% supervisor menggunakan sistem "iming-iming" untuk motivasi. Temuan lain: 90% staf Gen Z menggunakan smartphone saat bekerja, 80% sering terlambat, dan 60% kinerja tidak sesuai ekspektasi. Faktor pemertahanan meliputi struktur hierarki kaku, budaya semi-militer, keterbatasan kompetensi leadership generasional, dan institutional inertia. Gap ekspektasi antara karakteristik Gen Z dengan pendekatan manajemen rigid berdampak negatif pada engagement dan produktivitas.