Miom atau mioma uteri merupakan tumor jinak pada otot rahim yang banyak dijumpai pada perempuan usia reproduksi. Kondisi ini dapat tidak bergejala, namun pada sebagian perempuan dapat menimbulkan keluhan berupa perdarahan menstruasi berlebih, nyeri panggul, anemia, gangguan kesuburan, dan masalah kehamilan. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur tentang faktor risiko, tanda gejala, gaya hidup sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi dapat menyebabkan keterlambatan deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini miom di Desa Gebang Malang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media leaflet, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur sebanyak 45 reponden. Materi edukasi meliputi pengertian miom, faktor risiko, tanda gejala, dampak miom, prinsip gaya hidup sehat, pola makan gizi seimbang, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, istirahat cukup, penghindaran rokok, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 20 responden (44,4%) menjadi 36 responden (80%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai sign. 0,000 < α 0,05 artinya terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas dapat meningkatkan pemahaman wanita usia subur dalam menerapkan gaya hidup sehat dan mengenali tanda bahaya miom sejak dini.