Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERAWATAN APAR (ALAT PEMADAM API RINGAN) GUNA MENANGGULANGI KEBAKARAN DI ATAS KAPAL MV LUMOSO RAYA Erli Pujianto; Andri Yulianto; Elfita Agustini; Candra Rizky Kurniawan
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 8 No. 1 (2026): International Water Transport Journal (IWTJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang di gunakan untuk melakukan pemadam pertama pada saat terjadi situasi kebakaran di atas kapal MV Lumoso Raya. Berdasarkan latar belakang masalah, maka tujuan pembuatan judul yaitu yang pertama untuk mengetahui tingkat kepatuhan awak kapal dalam melakukan perawatan alat pemadam api ringan dan yang kedua Untuk lebih mengenali perawatan alat pemadam api ringan yang sesuai dengan prosedur yang berlaku di atas kapal MV Lumoso Raya. Maka sebagai rumusan masalah pada karya ilmiah terapan ini adalah yang pertama Bagaimana tingkat kepatuhan awak kapal dalam merawat alat pemadam api ringan; dan yang kedua Bagaimana tata cara merawat alat peamdam api ringan sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga metode penelitian yang di ambil dalam untuk penyelesaiian rumusan masalahnya yaitu menggunakan metode penelitian yang mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Huberman. Miles dan Huberman mengungkapkan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif yang Dimana pengumpulan data diambil melalui pertanyaan kuisioner yang di berikan peneliti ke obyek yaitu anak buak kapal MV Lumoso Raya. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian mengenai optimalisasi perawatan alat pemadam api ringan di atas kapal MV. Lumoso Raya peneliti mendapatkan bahwa presentase paling rendah yang memahami pentingnya APAR sebesar 46% dan yang tidak memahami pentingnya APAR di atas kapal sebesar 54%. Sedangkan presentase paling tinggi terdapat pada anak buah kapal yang Presentase mengetahui fungsi APAR dan Presentase yang mengetahui prosedur perawatan APAR sesuai SOP perusahaan diatas kapal 81%.
TINJAUAN STANDAR PELAYANAN PENUMPANG DI KMP.BRR PELABUHAN PENYEBERANGAN BALOHAN SABANG PROVINSI ACEH Elfita Agustini; Desti Yuvita Sari; Novi Tri Susanto; Inayah Putri
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 8 No. 1 (2026): International Water Transport Journal (IWTJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Balohan, merupakan pelabuhan yang dikelola secara resmi dikelola oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, terletak di Kota Sabang Kecamatan Sukajaya Desa Balohan. Pelabuhan Penyeberangan Balohan menjadi akses utama pintu masuk menuju sabang baik wisatawan lokal maupun manca negara. karena lokasinya yang menghubungkan antara Pulau Aceh dengan Pulau Weh yang terpisah oleh adanya perairan. Berdasarkan dengan hasil survey penelitian fasilitas di pelabuhan penyeberangan Balohan terdapat beberapa pelayanan bagi pengguna jasa yang belum dijalankan dengan baik seperti tidak tersedia jalur evakuasi, titik kumpul evakuasi, nomor telephone darurat, fasilitas P3K, informasi gangguan keamanan, fasilitas CCTV di area gangway, lajur penumpang kedatangan dan keberangkatan, pendingin ruangan, informasi dalam bentuk visual (LCD), layanan informasi penumpang, petugas parkir, mobile ramp dan ruang khusus ibu menyususi Berdasarkan kondisi eksisting di lapangan, pelayanan terhadap penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Balohan masih belum berjalan secara optimal. Perlu dilakukan survei Kemudian dilakukan analisis menggunakan metode kuantitatif guna mendapatkan hasil analisa sekaligus usulan pemecahan masalah. Didapatkan hasil yaitu, analisis perhitungan tingkat kesesuaian dan pembobotan serta kebutuhan fasilitas standar pelayanan penumpang dengan kondisi eksisting. Setelah itu hasilnya di analisis dengan tingkat kesesuaian terhadap Perdirjen No KP.5062/AP 005/DRDJ/2020. Dan didapat hasil analisis beserta usulan pemecahan masalah. Berdasarkan dari analisa tersebut didapatkan kesimpulan bahwa masih terdapat pelayanan dan fasilitas yang masih kurang pada Pelabuhan Penyeberangan Balohan sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan pada pelabuhan
Pemahaman Safety Management System Pada Siswa SMA di Kabupaten Banyuasin Erli Pujianto; Paulina M Latuheru; Elfita Agustini; Muhammad Fahmi Amrillah; Maria Hygea F Marpaung
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 8 No. 1 (2026): International Water Transport Journal (IWTJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman siswa SMA terhadap konsep Safety Management System (SMS) melalui program Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Banyuasin. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih rendahnya tingkat pemahaman generasi muda terhadap pentingnya keselamatan serta minimnya edukasi terkait sistem manajemen keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, diskusi, serta evaluasi pemahaman peserta menggunakan metode pre-test dan post-test. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar Safety Management System, identifikasi risiko, prosedur keselamatan, serta pentingnya penerapan budaya keselamatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep keselamatan, yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan pre-test. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMA terhadap Safety Management System. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam membangun budaya keselamatan di kalangan generasi muda.