Wahyu Romadhon Ria Prasetya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebudayaan Gunung dan Laut : Analisis Perayaan Tradisional sebagai Sarana Pelestarian Lingkungan ari eko budiyanto Ari; Suhirno; Wahyu Romadhon Ria Prasetya
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Vol. 9 No. 1 SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/dq3w9b20

Abstract

Keterkaitan antara budaya dan lingkungan adalah studi dalam memahami cara manusia berinteraksi dengan alam. Dalam konteks Masyarakat tradisional, terutama yang tinggal di daerah pegunungan dan pesisir, kebudayaan berperan tidak hanya sebagai identitas sosial, tetapi juga sebagai system pengetahuan ekologis yang mengatur penggunaan dan pelestarian lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis budaya komunitas pegunungan dan pesisir melalui perayaan tradisonal yang berfungsi sebagai Upaya pelestarian lingkungan yang terjadi secara alami, berkelanjutan, dan komunitas. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode tinjauan Pustaka, observasi terbatas di area pegunungan dan Pantai , serta wawancara mendalam bersama tokoh adat, pemimpin Masyarakat, dan pelaku tradisional. Temuan studi menunjukkan bahwa perayaan tradisional seperti ruwatan gunung dan Larung sesaji Adalah wujud kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai ekologis, spiritual, dan sosial yang saling berhubungan. Di komunitas pegunungan, tradisi ruwatan gunung mencerminkan penghormatan kepada alam sebagai sumber kehidupan, sekaligus berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk menjaga keberlanjutan hutan, sumber air, dan lahan pertanian. Di sisi lain, di Masyarakat pesisir, tradisi Larung sesaji menunjukkan kesadaran Bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut, membatasi penangkapan sumber daya perikanan, dan memperkuat solidaritas sosial di antara para nelayan.  Selain itu, nilai-nilai lingkungan yang terdapat dalam perayaan tradisional itu berperan sebagai norma sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui praktik budaya, simbol, dan ritus bersama. Norma-norma ini menciptakan etika lingkungan yang mengatur tindakan Masyarakat dalam berhubungan dengan alam dengan bijak dan penuh tanggung jawab. Dengan cara ini, perayaan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai alat sosial-ekologis yang efisiensi dalam mendukung usaha pelestarian lingkungan. Artikel ini menekankan perlunya pengakuan, pelestarian, dan integrasi kebudayaan komunitas pegunungan dan pesisir dalam kebijakan lingkungan kontemporer, serta pengembangan model konservasi yang mengutamakan partisipasi Masyarakat dan kearifan lokal sebagai dasar keberlanjutan lingkungan.