Junaidi Junaidi
Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mandau Symbolism: Spirituality, Aesthetics, and Social Ethics in Contemporary Dayak Culture Aquarini Aquarini; Junaidi Junaidi; Lisnawati Lisnawati
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i3.766

Abstract

Background: Dayak culture preserves the Mandau as a symbol of spirituality, identity, and morality. However, modernization has transformed its sacred role into a cultural commodity, highlighting the need to reexamine its philosophical and spiritual significance. Objective: This research aims to uncover the symbolic meaning of Mandau in the context of cultural identity, ornamental systems, and its social and ethical functions in contemporary Dayak society. Methods: This study employs an interpretive qualitative approach based on cultural semiotic analysis of literary sources, museum artifacts at the Balanga Museum (Palangka Raya), and secondary ethnographic data from published field studies. Data were analyzed using Barthes' cultural semiotics framework with source triangulation to ensure interpretive validity. Additionally, participatory observation, in-depth interviews with artisans and traditional leaders in Kapuas and Palangka Raya, and artifact analysis at the Balanga Museum were conducted to enrich the ethnographic data. Results: The findings indicate that Mandau functions as a moral and spiritual medium connecting humans, nature, and ancestors; its material structure and ornamental motifs embody the principle of cosmic balance (duality); and its social functions affirm Mandau’s role as a medium for ecological ethics and cultural resilience. Despite functional transformations under globalization, the symbolic meaning of Mandau persists in contemporary Dayak society. Conclusion: Preserving the Mandau requires safeguarding both its physical form and cultural meaning. Collaborative efforts among academics, indigenous communities, and cultural institutions, supported by digital education and documentation, are essential to sustain its ethical and spiritual values across generations.
Peranan Komunikasi Vertikal Antara Manajemen dan Teknisi Lapangan Indihome dalam Penanganan Komplain Pelanggan di Muarateweh Barito Utara Purnama Hadi Saputra; Junaidi Junaidi; Srie Rosmilawati
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.433

Abstract

Komunikasi vertikal merupakan faktor penting dalam mendukung koordinasi antara manajemen dan teknisi lapangan sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan komplain pelanggan pada perusahaan jasa telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan komunikasi vertikal antara manajemen dan teknisi lapangan layanan IndiHome dalam penanganan komplain pelanggan di Kantor Daerah Telekomunikasi MuaraTeweh, Barito Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri atas manajer, koordinator layanan, teknisi lapangan, dan pelanggan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal berperan penting dalam keberhasilan penanganan komplain melalui lima indikator, yaitu keterbukaan komunikasi, kejelasan penyampaian pesan, ketepatan informasi, umpan balik, dan intensitas komunikasi. Kelima indikator tersebut mendukung kelancaran koordinasi, mempercepat penyelesaian gangguan, meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, serta memberikan kepastian informasi kepada pelanggan. Meskipun demikian, indikator ketepatan informasi ditemukan belum sepenuhnya optimal pada dimensi ketepatan waktu, khususnya dalam penyampaian informasi mengenai estimasi waktu kedatangan teknisi kepada pelanggan. Dengan demikian, komunikasi vertikal yang efektif antara manajemen dan teknisi lapangan menjadi faktor utama dalam mempercepat penyelesaian komplain serta meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan terhadap layanan IndiHome.