Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Identitas Sosial Melalui Workshop Literasi Digital Pada Karang Taruna RW 03 Kampung Ciseke Desan Ayu Khulasoh; Wahyu Gunawan; Ardi Maulana Nugraha
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1939

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital anggota Karang Taruna RW 03 Kampung Ciseke dalam memproduksi dan mengelola konten media sosial secara efektif. Berangkat dari temuan awal melalui wawancara semi-terstruktur, rendahnya keterampilan produksi konten digital diidentifikasi sebagai salah satu penyebab kurang aktifnya media sosial organisasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan dirancang menggunakan pendekatan literasi digital yang diperkuat dengan teori identitas sosial, yang menekankan bahwa rasa keanggotaan, kebersamaan, dan identifikasi kelompok dapat mendorong partisipasi lebih kuat dalam aktivitas kolektif. Program ini juga menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan anggota terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga refleksi dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pre-test, pemaparan konsep dasar literasi digital, diskusi identitas sosial Karang Taruna, serta praktik langsung menggunakan Canva dan CapCut untuk menghasilkan poster dan video pendek, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pre-test ke post-test dari 3,91 menjadi 4,00. Pada aspek identitas sosial, skor rata-rata mengalami sedikit penurunan dari 4,59 menjadi 4,32, namun tidak mengindikasikan melemahnya rasa keterikatan kelompok, melainkan mencerminkan sikap yang lebih reflektif dari peserta dalam menilai kondisi organisasi. Indikator persepsi keunggulan kelompok justru meningkat dari 4,18 menjadi 4,30, menunjukkan bahwa workshop berhasil menumbuhkan kepercayaan diri kolektif anggota terhadap potensi digital Karang Taruna. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas digital, kemandirian produksi konten, dan penguatan identitas kolektif pemuda dalam menghadapi tantangan era digital.