Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Melalui Pendekatan Morfogenesis Sosial dalam Upaya Revitalisasi Karang Taruna Fayyadh Daffa Dzakwan; Wahyu Gunawan; Ardi Maulana Nugraha
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1942

Abstract

Karang Taruna di Kelurahan Sindangsari, Kota Sukabumi, mengalami kondisi stagnasi struktural (morfostasis) yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, di mana organisasi hanya aktif pada momen seremonial seperti perayaan 17 Agustus. Hasil observasi dan wawancara awal mengkonfirmasi kondisi ini, yakni pengurus Karang Taruna mengakui organisasi pasif dan tidak berkelanjutan, sementara aparatur kelurahan menilai keterlibatan remaja dalam kehidupan kemasyarakatan sangat kurang meski potensinya besar. Pengabdian ini bertujuan menginisiasi pemutusan siklus stagnasi tersebut dengan membangkitkan agensi reflektif remaja melalui intervensi workshop partisipatif. Kebaruan program ini terletak pada penggunaan Teori Morfogenesis Sosial Archer sebagai kerangka perancangan intervensi, bukan sekadar alat analisis pasca-kegiatan sebagaimana lazim ditemukan pada pelatihan kepemimpinan konvensional, sehingga workshop secara sistematis diposisikan sebagai pemicu fase interaksi sosial (T2-T3) menuju elaborasi struktural (T4). Metode pelaksanaan mengintegrasikan Design Thinking dengan pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Evaluasi dampak kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan campuran sederhana (simple mixed-methods) yang menyinergikan data kuantitatif dari pre-test dan post-test dengan data kualitatif hasil observasi partisipatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas kognitif peserta sebesar 32,14%, yaitu dari skor rata-rata 68,61 menjadi 90,67, serta lahirnya dua rancangan program inovatif berupa “Komunitas Kreatif Sindangsari” dan “Penanganan Isu Geng Motor.” Sebagai langkah awal menjaga keberlanjutan, direkomendasikan pembentukan tim tindak lanjut internal dan skema mentorship untuk mencegah berulangnya siklus morfostasis pada program selanjutnya. Disimpulkan bahwa kombinasi penguatan kapasitas kognitif dan fasilitasi Design Thinking yang dibingkai dalam kerangka morfogenesis sosial secara efektif mentransformasi agensi pasif menjadi aktif, yang merupakan fondasi utama menuju morfogenesis organisasi yang berkelanjutan.