Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pengelolaan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos dalam Rangka Life Space di Desa Malangbong Maria Yoharisa Ayuningtyas; Desi Yunita; Wahyu Gunawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1947

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah pedesaan seringkali terhambat oleh kompleksitas hambatan psikososial dan minimnya dukungan struktural, sebagaimana terjadi di Desa Malangbong yang belum memiliki layanan pengelolaan sampah dan didominasi oleh praktik pembuangan sampah ke sungai akibat lemahnya norma sosial. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi transformasi perilaku pengelolaan sampah melalui program pemberdayaan bersama Kampung Berseri Astra (KBA) dengan menggunakan kerangka Teori Lapangan khususnya konsep life space oleh Kurt Lewin. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi-partisipatif dengan metode edukasi praktis pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, observasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Berbeda dari program pengabdian sejenis yang umumnya berhenti pada sosialisasi verbal, pengabdian ini mengintegrasikan intervensi fasilitas fisik dan pendekatan psikososial berbasis Teori Lapangan Lewin untuk mengubah perilaku secara lebih struktural. Temuan menunjukkan bahwa intervensi pemberdayaan berhasil merekonstruksi struktur ruang kehidupan (life space) masyarakat dari kondisi inersia menuju perilaku pro-lingkungan yang dinamis. Transformasi tercapai melalui pergeseran motivasi personal dari eksternal ke internal serta terbentuknya norma kolektif baru yang berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial informal. Sinergi antara penyediaan fasilitas fisik dan rekayasa lingkungan sosial terbukti efektif menciptakan otomatisasi perilaku warga. Implikasi pengabdian ini menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan sampah mandiri menuntut integrasi antara penguatan agensi masyarakat dan dukungan sistemik yang konsisten, bukan sekadar intervensi teknis parsial.