Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Edukasi dan Praktik Komputasi Kimia untuk Meningkatkan Kompetensi Dasar Siswa SMK Farmasi dalam Desain Obat Esti Mulatsari; Esti Mumpuni; Ni Made Dwi Shandiutami; Agus Purwanggana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1948

Abstract

SMK Farmasi Perguruan Cikini (Percik) merupakan salah satu institusi pendidikan vokasi yang ada di Jakarta Selatan dan memiliki program keahlian farmasi. Dalam pendidikan farmasi, penguasaan konsep kimia dan kemampuan merepresentasikan struktur molekul secara tepat merupakan kompetensi fundamental yang mendukung kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi di bidang farmasi modern. Meskipun kurikulum kimia farmasi telah disusun sesuai standar nasional dan mencakup analisis kualitatif serta kuantitatif obat, proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penggambaran struktur kimia masih dilakukan secara manual. Perkembangan industri farmasi dan penemuan obat saat ini sangat bergantung pada teknologi komputasi, termasuk visualisasi molekul dan pendekatan Computer-Aided Drug Design (CADD). Oleh karena itu, pengenalan teknologi komputasi sejak jenjang pendidikan menengah penting untuk meningkatkan literasi digital, keterampilan teknis, dan wawasan siswa terhadap penerapan ilmu kimia dalam pengembangan obat modern. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi dan praktik komputasi kimia menggunakan perangkat lunak ChemDraw dan ACD/ChemSketch. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menggambar struktur molekul secara digital, memahami visualisasi dua dan tiga dimensi senyawa kimia, serta mengenal konsep dasar desain obat berbasis komputasi. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pretest-posttest dan penilaian tugas praktik visualisasi molekul. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan peningkatan nilai postest hingga 99,625% dari nilai pretest 87,5%. Selain itu keberhasilan juga dinilai dari kemampuan siswa menyelesaikan tugas visualisasi molekul dengan kategori nilai sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan praktik komputasi kimia efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa.