Pelaksanaan assessment diagnostik kognitif terhadap 22 mahasiswa Program Studi Farmasi bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kosakata (vocabulary) Bahasa Inggris yang dimiliki oleh mahasiswa pada awal perkuliahan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa sebagian besar mahasiswa, yaitu sebanyak 15 orang (65%), berada pada kategori kemampuan menengah dengan jumlah kosakata yang ditulis berada pada rentang 81–101 kata. Sebanyak 3 orang mahasiswa (13%) menunjukkan kemampuan yang rendah dengan jumlah kosakata antara 60–80 kata, sedangkan 4 mahasiswa lainnya (sekitar 17,2%) menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi, yaitu di atas 101 kata. Sementara itu, hanya 1 mahasiswa (4,3%) yang menulis antara 123–143 kosakata. Distribusi ini menunjukkan bahwa secara umum, penguasaan kosakata mahasiswa masih didominasi oleh tingkat kemampuan menengah, dengan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori tinggi maupun rendah. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk menyusun materi ajar Bahasa Inggris yang adaptif terhadap tingkat kemampuan aktual mahasiswa, terutama dalam hal pengembangan kosakata akademik dan tematik sesuai dengan bidang keilmuan Farmasi. Hasil ini juga menegaskan pentingnya assessment diagnostik sebagai alat identifikasi awal yang berguna dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi linguistik mahasiswa, khususnya dalam penggunaan kosakata secara aktif dan aplikatif dalam konteks akademik maupun profesional. Kata Kunci: Assessment Diagnostik, Engliash, Vocabulary Test