Rafni Fajriati
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum Merdeka The Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka
PELATIHAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA SDIT NURUL ISHLAH BANDA ACEH Rafni Fajriati; Said Ashlan; Murnia Suri; Annisa Qadrunnada; Kurnia Rahmayanti; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penggunaan aplikasi Canva sebaga upaya untuk memperkuat literasi digital di Sekolah Dasar guna meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Pelatihannya ini dapat menstimulasi siswa untuk menggunakan aplikasi untuk menarik perhatian agar membaca tulisan yang ia tulis dengan desain sesuai dengan apa yang siswa sukai. Siswa dapat bereksperimen dan selama pelatihan siswa juga akan mendapat bimbingan dan umpan balik dari guru dan temannya agar dapat memperbaiki desainnya. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk memberikan pelatihan aplikasi Canva bagi siswa SD di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh untuk meningkatkan literasi digital siswa. Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. hasil pelaksanaan dan evaluasi serta berbagai upaya refleksi yang telah dilakukan dapat disimpulkan (1) Adanya sikap atau keinginan untuk menghasilkan karya tulis yang dilakukan di lingkup sekolah. (2) Para siswa antusias mengikuti Pelatihan Canva untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Siswa SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh (3) Peningkatan wawasan dan pola pikir siswa dalam mengembangkan keterampilan akan ditindak lanjuti dengan menghasilkan karya tulis.
DEVELOPMENT OF A PROJECT-BASED CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL TO IMPROVE ENGLISH WRITING SKILL Murnia Suri; Rafni Fajriati; Fitriliana Fitriliana; Emilia Aini
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5893

Abstract

This study aims to develop and examine the effectiveness of a Contextual Teaching and Learning (CTL) model integrated with Project-Based Learning (PjBL) in improving students’ English writing skills. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants of this study were 69 students from the Public Health Study Program at Universitas Ubudiyah Indonesia. The instruments used in this study included writing tests (pre-test and post-test), observation and questionnaires. The results showed that the mean score of the pre-test was 54.2, which increased to 76.8 in the post-test. The result of the paired sample t-test indicated that the improvement was statistically significant. In addition, the observation results revealed that students were more active and engaged during the learning process, while the questionnaire results showed positive responses toward the implemented learning model. In conclusion, the CTL model integrated with Project-Based Learning is effective in improving students’ English writing skills. It also enhances students’ motivation, participation, and engagement in the learning process, particularly in the context of higher education. Keys words: Contextual Teaching and Learning; Project-Based Learning; Writing Skills; Instructional Model Development
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.
ANALISIS KETERAMPILAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DI BANDA ACEH Rafni Fajriati; Murnia Suri; Mutiawati Mutiawati; Yawma Wulida; Jahara Putri; Nurul Adilla
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan computational thinking siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Banda Aceh. Computational thinking merupakan keterampilan berpikir yang penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam mendukung pemecahan masalah secara sistematis dan logis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IV di salah satu SDN di Banda Aceh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, tes berbasis masalah kontekstual, serta wawancara dengan guru kelas. Instrumen penelitian disusun berdasarkan empat indikator computational thinking, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dekomposisi dan pengenalan pola siswa berada pada kategori sedang, sedangkan kemampuan abstraksi dan perancangan algoritma masih berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa masih memerlukan dukungan pembelajaran yang terstruktur dan kontekstual untuk mengembangkan computational thinking secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis coding dan literasi digital di sekolah dasar.
PENGUKURAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MELALUI PELAKSANAAN PENILAIAN DIAGNOSTIC KOGNITIF Murnia Suri; Rafni Fajriati; Nadia Safira
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5344

Abstract

Pelaksanaan assessment diagnostik kognitif terhadap 22 mahasiswa Program Studi Farmasi bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kosakata (vocabulary) Bahasa Inggris yang dimiliki oleh mahasiswa pada awal perkuliahan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa sebagian besar mahasiswa, yaitu sebanyak 15 orang (65%), berada pada kategori kemampuan menengah dengan jumlah kosakata yang ditulis berada pada rentang 81–101 kata. Sebanyak 3 orang mahasiswa (13%) menunjukkan kemampuan yang rendah dengan jumlah kosakata antara 60–80 kata, sedangkan 4 mahasiswa lainnya (sekitar 17,2%) menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi, yaitu di atas 101 kata. Sementara itu, hanya 1 mahasiswa (4,3%) yang menulis antara 123–143 kosakata. Distribusi ini menunjukkan bahwa secara umum, penguasaan kosakata mahasiswa masih didominasi oleh tingkat kemampuan menengah, dengan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori tinggi maupun rendah. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk menyusun materi ajar Bahasa Inggris yang adaptif terhadap tingkat kemampuan aktual mahasiswa, terutama dalam hal pengembangan kosakata akademik dan tematik sesuai dengan bidang keilmuan Farmasi. Hasil ini juga menegaskan pentingnya assessment diagnostik sebagai alat identifikasi awal yang berguna dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi linguistik mahasiswa, khususnya dalam penggunaan kosakata secara aktif dan aplikatif dalam konteks akademik maupun profesional. Kata Kunci: Assessment Diagnostik, Engliash, Vocabulary Test