Ativa Hesti Agustina
Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Kawasan IPSC Sentul, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL SINERGI LINTAS SEKTOR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA KARAMATWANGI GARUT: CROSS-SECTOR SYNERGY MODEL IN SUPPORTING PUBLIC HEALTH RESILIENCE IN KARAMATWANGI VILLAGE GARUT Desi Tirtawati; Sutanto Sutanto; Raden Ajeng Chandra Kusumawardhani; Lila Irawati Tjahjo Widuri; I Wayan Sumandyasa; Budi Sumaryono; Aditia Dedek Yunus; Ativa Hesti Agustina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3210

Abstract

Dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, ketahanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu instrumen yang tidak bisa dipisahkan. Kolaborasi berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendeskripsikan model sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat diantaranya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), USG gratis dan Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) di desa Karamatwangi Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan collaboratif governance. Kegiatan melibatkan berbagai lintas sektor seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Puskesmas Cisurupan, Pemerintah Desa Karamatwangi, Kader Kesehatan dan masyarakat. Data diperoleh melalui kegiatan observasi, dokumentasi dan komunikasi yang dilakukan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya sinergi lintas sektor mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya promotif dan preventif. Adanya komunikasi dan koordinasi, komitmen bersama dan pembagian peran yang jelas menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan kolaborasi. Model kolaboratif  yang dihasilkan dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Tetapi masih diperlukan penguatan koordinasi dan keberlanjutan program untuk mendukung upaya promotif dan preventif bisa berjalan dengan optimal.
MODEL SINERGI LINTAS SEKTOR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA KARAMATWANGI GARUT: CROSS-SECTOR SYNERGY MODEL IN SUPPORTING PUBLIC HEALTH RESILIENCE IN KARAMATWANGI VILLAGE GARUT Desi Tirtawati; Sutanto Sutanto; Raden Ajeng Chandra Kusumawardhani; Lila Irawati Tjahjo Widuri; I Wayan Sumandyasa; Budi Sumaryono; Aditia Dedek Yunus; Ativa Hesti Agustina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3210

Abstract

Dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, ketahanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu instrumen yang tidak bisa dipisahkan. Kolaborasi berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendeskripsikan model sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat diantaranya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), USG gratis dan Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) di desa Karamatwangi Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan collaboratif governance. Kegiatan melibatkan berbagai lintas sektor seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Puskesmas Cisurupan, Pemerintah Desa Karamatwangi, Kader Kesehatan dan masyarakat. Data diperoleh melalui kegiatan observasi, dokumentasi dan komunikasi yang dilakukan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya sinergi lintas sektor mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya promotif dan preventif. Adanya komunikasi dan koordinasi, komitmen bersama dan pembagian peran yang jelas menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan kolaborasi. Model kolaboratif  yang dihasilkan dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Tetapi masih diperlukan penguatan koordinasi dan keberlanjutan program untuk mendukung upaya promotif dan preventif bisa berjalan dengan optimal.