Arsyawina Arsyawina
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KADER HIPERTENSI TENTANG AKTIVITAS FISIK AMAN BERBASIS KESELAMATAN PASIEN: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN: PATIENT SAFETY-BASED TRAINING ON SAFE PHYSICAL ACTIVITY FOR HYPERTENSION CADRES: IMPROVING KNOWLEDGE AND SKILLS Hilda Hilda; Hesti Prawita Widiastuti; Arsyawina Arsyawina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3211

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah penyakit tidak menular yang tinggi di wilayah kerja Puskesmas Lok Bahu. Salah satu kendala pengendalian hipertensi di masyarakat adalah belum optimalnya kemampuan kader dalam mengedukasi, mendemonstrasikan, dan memantau aktivitas fisik yang aman, teratur, serta sesuai kondisi kesehatan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi serta demonstrasi aktivitas fisik aman berbasis keselamatan pasien bagi penderita hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Aula Puskesmas Lok Bahu, Samarinda, melalui pelatihan, demonstrasi, praktik penggunaan alat latihan sederhana, monitoring, dan evaluasi. Peserta terdiri atas 19 kader dari lima Posyandu dan 20 penderita hipertensi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan kader dinilai menggunakan lembar observasi praktik. Dari 20 peserta evaluasi, terdapat 17 peserta dengan data pengetahuan lengkap. Rerata skor meningkat dari 82,35±7,05 menjadi 86,27±6,44, dengan selisih rerata 3,92 poin. Hasil paired t-test menunjukkan peningkatan belum bermakna secara statistik (p=0,096), tetapi secara deskriptif 47,1% peserta mengalami peningkatan skor. Hasil observasi menunjukkan kader mampu menyampaikan edukasi, mendemonstrasikan aktivitas fisik aman, menggunakan alat latihan sederhana, menyampaikan prinsip keselamatan, dan menyusun rencana tindak lanjut. Pelatihan kader tentang aktivitas fisik aman berpotensi memperkuat pengelolaan hipertensi berbasis masyarakat dengan tetap memperhatikan keselamatan pasien.
PELATIHAN KADER HIPERTENSI TENTANG AKTIVITAS FISIK AMAN BERBASIS KESELAMATAN PASIEN: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN: PATIENT SAFETY-BASED TRAINING ON SAFE PHYSICAL ACTIVITY FOR HYPERTENSION CADRES: IMPROVING KNOWLEDGE AND SKILLS Hilda Hilda; Hesti Prawita Widiastuti; Arsyawina Arsyawina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3211

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah penyakit tidak menular yang tinggi di wilayah kerja Puskesmas Lok Bahu. Salah satu kendala pengendalian hipertensi di masyarakat adalah belum optimalnya kemampuan kader dalam mengedukasi, mendemonstrasikan, dan memantau aktivitas fisik yang aman, teratur, serta sesuai kondisi kesehatan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi serta demonstrasi aktivitas fisik aman berbasis keselamatan pasien bagi penderita hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Aula Puskesmas Lok Bahu, Samarinda, melalui pelatihan, demonstrasi, praktik penggunaan alat latihan sederhana, monitoring, dan evaluasi. Peserta terdiri atas 19 kader dari lima Posyandu dan 20 penderita hipertensi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan kader dinilai menggunakan lembar observasi praktik. Dari 20 peserta evaluasi, terdapat 17 peserta dengan data pengetahuan lengkap. Rerata skor meningkat dari 82,35±7,05 menjadi 86,27±6,44, dengan selisih rerata 3,92 poin. Hasil paired t-test menunjukkan peningkatan belum bermakna secara statistik (p=0,096), tetapi secara deskriptif 47,1% peserta mengalami peningkatan skor. Hasil observasi menunjukkan kader mampu menyampaikan edukasi, mendemonstrasikan aktivitas fisik aman, menggunakan alat latihan sederhana, menyampaikan prinsip keselamatan, dan menyusun rencana tindak lanjut. Pelatihan kader tentang aktivitas fisik aman berpotensi memperkuat pengelolaan hipertensi berbasis masyarakat dengan tetap memperhatikan keselamatan pasien.