Faisol Faisol
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE SHADOW OF VILLAGE COMPANIONS: A PORTRAIT OF VILLAGES' LACK OF INDEPENDENCE IN FINANCIAL MANAGEMENT Faisol Faisol; Moh Syarif
Jurnal Riset Terapan Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Riset Terapan Akuntansi
Publisher : Jurnal Riset Terapan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/jrta.v10i1.11774

Abstract

Village financial management is crucial for creating an independent, transparent, and accountable village government, while simultaneously encouraging more effective development and improving community welfare. This study aims to uncover the village government's dependence on village facilitators in financial management. The method used was a qualitative descriptive case study approach, with data collection through interviews, observation, and documentation. The results show that the entire process of preparing the Village Budget (APBDes) and Village Funds is entirely delegated to village facilitators, while the village secretary and other officials are less actively involved. In fact, the role of village facilitators goes beyond their duties as they participate in financial management and receive compensation from the disbursed Village Funds. This situation is inconsistent with applicable regulations, such as Home Affairs Ministerial Regulation Number 113 of 2014 concerning Village Financial Management and Law Number 6 of 2014 concerning Villages, which emphasize the importance of village independence and accountability. In general, this phenomenon indicates that the independence and accountability of village governments are still weak, and the role of village facilitators has not been optimally implemented as facilitators. Therefore, efforts are needed to increase the capacity of village officials through training and coaching so that they are able to manage village finances independently, transparently, and in accordance with regulations. Keywords: : Village Budget, Village Finance, Village Funds, Village Government, Village Assistants.
Pengaruh Destinasi Agrowisata Kampung Melon Napote Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Bira Timur Kabupaten Sampang Nadifatul Lailiyah; Zulviar Anas; Faisol Faisol; Hanem Muntaha
Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Keuangan Bisnis Digital Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jemakbd.v4i1.1220

Abstract

The Kampung Melon Napote Agrotourism Area is located in the Village of Monastery East, Sampang Regency, and is an area that has a strategic location for people to enjoy melon fruit tourism to their heart's content. The existence of this tourism development activity has an economic impact on the community, such as increased income, employment opportunities and business opportunities. The purpose of this study was to determine the impact of the agrotourism area on community income. The method used in this study is a qualitative method. This research includes field research. In obtaining direct information, the informants in this study were the owner of the melon village, the manager of the melon village agrotourism, and the community who participated in the management of the melon village agrotourism. Based on the results of the study regarding the Impact of the Agrotourism Area on Community Income, it has a positive impact caused by the Kampung Melon Npaote Agrotourism, namely an increase in income obtained from the existence of the agrotourism area. The difference in community income before and after the existence of this agrotourism can be seen from the turnover they get when this agrotourism is opened. The average income of the community after the existence of agrotourism is higher than before the existence of agrotourism. With this area, the community can increase their income through trade, provide parking services around the area and participate in managing orange groves. So it can be concluded that the existence of the agrotourism area can have an impact on increasing community income.
Artificial Intellegence (AI) Sebagai Rekomendasi Produk pada E-Commerce Shopee Elvin Nury Khirdany; Wahyu Liana; Faisol Faisol; Farodisal Jinan
Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Keuangan Bisnis Digital Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jemakbd.v4i1.1241

Abstract

Peranan teknologi dan informasi yang cepat, tepat dan efisien akan sangat mendukung kelancaran pada sektor ekonomi dan bisnis yang semakin maju. Teknologi kecerdasan atau artificial intellegent (AI) buatan menjadi salah satu inovasi bagi sektor industri pada e-commerce. Penggunaan e-commerce Pembeli sering mengalami kebingungan dalam menyeleksi item produk yang ditawarkan. Melalui kecerdasan buatan menawarkan solusi agar meningkatkan penawaran di e-commerce, yaitu: (a) personalisasi konten, (b) otomatisasi proses, dan (c) prediksi perilaku konsumen yang lebih akurat. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif yang dilakukan pada pelanggan UMKM Sampang yang menjadi pelanggan di e-commerce Shopee. Penerapan AI pada Shopee diharpkan dapat memberikan pertumbuhan yang baik dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Strategi Pemasaran Cabai Rawit (Capsicum Fruetescens) Kabupaten Sampang Jawa Timur Raden Bambang Poerwoko; Zulviar Anas Anas; Faisol Faisol; Septian Eko Haryansyah; Hanafi
Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Keuangan Bisnis Digital Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jemakbd.v4i1.1250

Abstract

Pemasaran cabai rawit dilakukan melalui saluran- saluran yang bervariasi sehingga adanya perbedaan harga yang diterima oleh petani cabai rawit. Analisis strategi pemasan cabai rawit petani ini dilakukan di Sampang pada bulan Januari 2025 hingga selesai. Analisis SWOT dapat membantu kegiatan usahatani cabai rawit. Kemudian dapat digunakan sebagai alat analisis untuk meminimalkan kelemahan dan ancaman dalam usahatani cabai rawit. Selain itu petani dapat melakukan perencaan/strategi kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman dalam kegiatan usaha tanininya. Berdasarkan penelitian dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) sebagai berikut: Kekuatan pada proses pemasaran cabai rawit petani di Kabupaten Sampang memiliki nilai skor kekuatan adalah sebesar 1,89 sehingga kekuatan menjadi prioritas yang utama. Kelemahan promosi cabai rawit yang dilakukan oleh petani mendapatkan nilai skor sebesar 1,15. Peluang Permintaan yang tinggi dari konsumen terhadap cabai rawit memberikan dampak yang baik untuk petani mendapatkan nilai skor sebesar 1.32. Adanya persaingan Supply produk dari luar Sampang, Perubahan iklim serta serangan hama yang signifikan setiap tahunnya menyebabkan hasil pertanian kualitas menurun sehingga harga yang di dapatkan petani tidak maksimal sehingga nilai skor ancaman adalah sebesar 1,28. Strategi (S-O) Produk cabai rawit yang unggul merupakan andalan yang diharapkan oleh petani. Memiliki nilai produk yang tinggi serta mempertahankan kualitas cabai rawit dengan salah satu cara memotong saluran pemasaran langsung ke pedagang besar/pengepul efesien dan efektif. Strategi (W-O) Pengiriman cepat dan pengemasan yang baik dapat mempertahankan kualitas produk cabai rawit sehingga memiliki daya tawar yang baik antara petani dan pedagang besar/pengepul. Strategi (S-T) Pemberian pestisida pada tanaman cabai rawit setiap periodic sangat diperlukan sehingga ketersediaan cabai rawit selalu tercukupi dan menekan harga cabai yang fluktuatif di pasar. Strategi (W-T) Meningkatkan pengetahuan petani untuk mempromosikan cabai rawit sebagai produk unggul melalui teknologi informasi serta pembuatan produk turunan salah satunya cabai kering.
Peran Inovasi Teknologi Keuangan (Fintech) dalam Transformasi Sistem Manajemen Keuangan Perusahaan dan Implikasinya terhadap Efisiensi Operasional dan Transparansi Informasi Ahmad Wahyudin; Faisol Faisol; Sendy Yuliananto
Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Keuangan Bisnis Digital Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jemakbd.v4i2.1369

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan perusahaan semakin didorong oleh perkembangan teknologi keuangan (fintech) yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi sistem keuangan internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fintech terhadap efisiensi operasional dan transparansi informasi dalam manajemen keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik analisis regresi linier berganda dan mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional perusahaan, serta berdampak langsung dan tidak langsung terhadap transparansi informasi melalui mediasi efisiensi. Fintech terbukti mempercepat proses transaksi, meningkatkan akurasi pelaporan, dan memperkuat kontrol internal melalui sistem keuangan berbasis teknologi. Selain itu, peningkatan efisiensi melalui fintech turut mendorong terciptanya sistem keuangan yang lebih terbuka, dapat diaudit secara real-time, dan akuntabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi fintech dalam sistem manajemen keuangan bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi manajerial yang mampu membentuk budaya kerja yang efisien dan transparan. Temuan ini dapat menjadi dasar penyusunan strategi digitalisasi keuangan perusahaan serta referensi kebijakan dalam mendukung transformasi keuangan berbasis teknologi di sektor bisnis.