Sistem operasi merupakan perangkat lunak utama yang berperan dalam mengelola sumber daya komputer dan mendukung berbagai aktivitas pengguna. Linux dan Windows merupakan dua sistem operasi yang banyak digunakan pada berbagai lingkungan kerja maupun pendidikan. Perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh kedua sistem operasi tersebut menyebabkan adanya perbedaan dalam proses adaptasi pengguna, terutama bagi pengguna pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kemampuan adaptasi pengguna pemula terhadap sistem operasi Linux di lingkungan PT Semen Baturaja dan sistem operasi Windows pada mahasiswa Informatika Universitas Baturaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan beberapa indikator, yaitu kemudahan penggunaan antarmuka, kecepatan adaptasi, kemudahan instalasi aplikasi, kompatibilitas perangkat lunak, keamanan sistem, stabilitas sistem, efisiensi penggunaan sumber daya, dan fleksibilitas pengelolaan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna pemula sistem operasi Windows memiliki tingkat adaptasi yang lebih cepat dibandingkan pengguna pemula Linux. Windows dinilai lebih mudah digunakan karena memiliki antarmuka yang familiar, kemudahan instalasi aplikasi, dan kompatibilitas perangkat lunak yang luas. Sementara itu, Linux menunjukkan keunggulan dalam aspek keamanan, stabilitas sistem, efisiensi penggunaan sumber daya, serta fleksibilitas dalam pengelolaan sistem. Meskipun memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama pada tahap awal penggunaan, Linux mampu memberikan performa yang baik setelah pengguna memahami dasar-dasar penggunaannya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan adaptasi pengguna dipengaruhi oleh karakteristik sistem operasi, pengalaman pengguna, serta lingkungan penggunaan. Oleh karena itu, pemilihan sistem operasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penggunaannya agar dapat memberikan manfaat yang optimal.