Anang Prasetia Adi
Pusat Hidrografi-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Purwarupa Alat Ukur Kecepatan Suara Bawah Air menggunakan Sistem Akustik: Prototype of an Underwater Sound Velocity Instrument Using an Acoustic System M. Davit Aji Wibowo; Engki A. Kisnarti; Adhi Kusuma Negara; Anang Prasetia Adi
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v8i1.214

Abstract

Kecepatan rambat suara dalam air laut merupakan parameter penting dalam oseanografi fisik yang menentukan propagasi gelombang akustik, dipengaruhi oleh kedalaman, suhu, salinitas, musim, lokasi, dan waktu pengukuran, dengan karakter profil yang kompleks di perairan dangkal, serta diukur menggunakan gelombang ultrasonik melalui transduser berbasis piezoelektrik untuk berbagai aplikasi seperti pemantauan biota laut, perubahan iklim, dan dinamika arus. Purwarupa alat pengukur kecepatan suara bawah air ini dirancang menggunakan Raspberry Pico sebagai unit kendali utama yang terhubung dengan modul RTC, penyimpanan microSD, penguat sinyal (op-amp), konverter stepup, dan transduser piezoelectric. Karakteristik gelombang suara ditentukan melalui parameter amplitudo (untuk mengukur intensitas bunyi), frekuensi (f), dan panjang gelombang (λ) yang memiliki hubungan langsung dengan laju perambatan gelombang (C) melalui rumus λ = C/f. Validasi dilaksanakan dengan cara menganalisis data purwarupa, alat pabrikan dan dengan persamaan kecepatan suara Mackenzie, Leroy, Medwin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe yang dikembangkan memiliki deviasi pengukuran sebesar ±100 poin yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan peralatan Sound Velocity Profile (SVP) pabrikan merek Valeport. Discrepancy ini mengindikasikan bahwa tingkat akurasi sistem masih terbatas, yang diduga dipengaruhi oleh ketidakstabilan sinyal, efek bouncing pada sensor, serta keterbatasan resolusi pengukuran waktu dalam proses akuisisi data menggunakan prinsip Time of Flight (ToF).