M. Davit Aji Wibowo
Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Teknologi Unmanned Surface Vehicle dan Multibeam Echosounder untuk Akuisisi Data Batimetri Danau Perkotaan: Integration of Unmanned Surface Vehicle and Multibeam Echosounder Technologies for Urban Lake Bathymetric Data Acquisition Anang Prasetia Adi; Dwi Prasetyo; M. Davit Aji Wibowo; Yudhistira Achmad Alkindy; Bimo Dimas Pambudhi
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v8i1.213

Abstract

Kebutuhan data batimetri resolusi tinggi pada perairan perkotaan semakin penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan, pengendalian banjir, dan pemantauan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan mengakuisisi data batimetri danau perkotaan menggunakan Unmanned Surface Vehicle (USV) dan Multibeam Echosounder (MBES), menganalisis akurasi dan kerapatan data, serta mengevaluasi efektivitas penggunaannya pada perairan terbatas. Penelitian dilaksanakan di Danau Sunter, Jakarta Utara, menggunakan platform USV berbasis autonomous navigation yang terintegrasi dengan sensor MBES MB2, GNSS, IMU, dan Sound Velocity Sensor (SVS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem sensor berjalan stabil dengan hasil GAMS calibration mencapai 100%, serta nilai gerakan wahana relatif kecil yaitu roll 0,46°, pitch 1,99° dan heave 0,0 m. Hasil batimetri menunjukkan kedalaman dominan berada pada kisaran 3 – 6 meter dengan distribusi sounding full coverage dan detail morfologi dasar perairan yang baik. Nilai Depth Error 95% SD berada pada kisaran ±0,13 – 0,15 meter dan masih memenuhi standar IHO Order 1. Dengan total jalur survei sepanjang ±3.610 meter dan kecepatan operasional ±3 knots, akuisisi data dapat diselesaikan dalam waktu sekitar ±39 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi USV dan MBES efektif, efisien, dan adaptif untuk survei batimetri pada lingkungan danau perkotaan.
Purwarupa Alat Ukur Kecepatan Suara Bawah Air menggunakan Sistem Akustik: Prototype of an Underwater Sound Velocity Instrument Using an Acoustic System M. Davit Aji Wibowo; Engki A. Kisnarti; Adhi Kusuma Negara; Anang Prasetia Adi
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v8i1.214

Abstract

Kecepatan rambat suara dalam air laut merupakan parameter penting dalam oseanografi fisik yang menentukan propagasi gelombang akustik, dipengaruhi oleh kedalaman, suhu, salinitas, musim, lokasi, dan waktu pengukuran, dengan karakter profil yang kompleks di perairan dangkal, serta diukur menggunakan gelombang ultrasonik melalui transduser berbasis piezoelektrik untuk berbagai aplikasi seperti pemantauan biota laut, perubahan iklim, dan dinamika arus. Purwarupa alat pengukur kecepatan suara bawah air ini dirancang menggunakan Raspberry Pico sebagai unit kendali utama yang terhubung dengan modul RTC, penyimpanan microSD, penguat sinyal (op-amp), konverter stepup, dan transduser piezoelectric. Karakteristik gelombang suara ditentukan melalui parameter amplitudo (untuk mengukur intensitas bunyi), frekuensi (f), dan panjang gelombang (λ) yang memiliki hubungan langsung dengan laju perambatan gelombang (C) melalui rumus λ = C/f. Validasi dilaksanakan dengan cara menganalisis data purwarupa, alat pabrikan dan dengan persamaan kecepatan suara Mackenzie, Leroy, Medwin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe yang dikembangkan memiliki deviasi pengukuran sebesar ±100 poin yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan peralatan Sound Velocity Profile (SVP) pabrikan merek Valeport. Discrepancy ini mengindikasikan bahwa tingkat akurasi sistem masih terbatas, yang diduga dipengaruhi oleh ketidakstabilan sinyal, efek bouncing pada sensor, serta keterbatasan resolusi pengukuran waktu dalam proses akuisisi data menggunakan prinsip Time of Flight (ToF).