Aulia Kamalia
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ESKAPISME DIGITAL DAN KETIDAKPUASAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL TERHADAP REALITAS DUNIA KERJA: STUDI SENTIMEN PADA TREN ‘KABUR AJA DULU’ Mariatul Qibtiah; Aulia Kamalia; Merry Dwi Andriani; Nasywa Shafana Pramesti; Nuruzzahra Nuruzzahra; Rossa Febrianie; Novaria Maulina; Yuanita Setyastuti
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 6 No 1 (2025): Volume 6 Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v6i1.3964

Abstract

ABSTRAK Sejak bulan Januari sampai dengan April tahun 2025, tren #KaburAjaDulu menjadi ruang ekspresi yang kuat di media sosial dalam menyuarakan keresahan terhadap realitas dunia kerja. Ini menandakan bahwa tren tersebut bukan hanya ekspresi individual, tetapi juga mencerminkan keresahan kolektif terhadap sistem kerja yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis representasi perilaku eskapisme digital sebagai bentuk ketidakpuasan pengguna media sosial terhadap dunia kerja melalui tren #KaburAjaDulu. Menggunakan pendekatan analisis isi sentimen kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui Brand24. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen negatif sebesar 55% dibandingkan sentimen positif 45%, dengan volume penyebutan mencapai 2309 dan jangkauan media sosial hingga 52 juta. Dominasi sentimen negatif ini mencerminkan tingginya tingkat ketidakpuasan kerja yang terekspresi secara publik, menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai saluran bagi individu untuk menyuarakan frustrasi dan mencari dukungan kolektif atas kondisi kerja yang tidak memuaskan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tren #KaburAjaDulu secara jelas menggambarkan ketidakpuasan pengguna media sosial terhadap realitas dunia kerja yang tercermin dalam perilaku eskapisme digital.
Konstruksi Gaya Hidup Gen Z Dalam Sinetron Asmara Gen Z: Analisis Resepsi Publik Di Media Sosial X Dan Tiktok Muhammad Dzaudan Dzaki; Lisa Ahriyanti; Yunita Khorimah; Ayu Sri Wulandari; Aldi Fathi; Rafa Elpaz; Muhammad Ihsan; Aulia Kamalia; Novaria Maulina; Yuanita Setyastuti
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v7i1.4716

Abstract

This study analyzes the digital public reception of the Gen Z lifestyle portrayed in the soap opera Asmara Gen Z using Stuart Hall’s (1980) encoding-decoding model and compares it with the sociological reality of Gen Z. A qualitative approach with qualitative content analysis was applied to identify and categorize public comments based on the AIO (Activities, Interests, Opinions) concept by Wells & Tigert (1983). Primary data was collected through Brand24 big data monitoring as well as manual observation on X and TikTok. Secondary data in the form of soap opera scene documentation was analyzed as a comparison for the encoding process. The results show that Gen Z’s lifestyle construction in soap operas is represented through social activities, interests in trends and self-image, as well as opinions regarding mental health and social relationships. Public reception is divided into three positions, including dominant, negotiation, and opposition. Some viewers consider these representations relevant to Gen Z’s lives, particularly regarding productive activities, appearance, and social issues like mental health. However, others felt that romantic conflicts were overly dramatized. These findings demonstrate that Gen Z audiences actively interpret media messages based on their personal experiences. The soap opera’s portrayal is close enough to reality to feel relatable, yet sufficiently dramatized to meet the entertainment industry’s needs. This study is expected to contribute to the field of communication, particularly in the study of audience reception.
Sentimen Dan Opini Publik Sasaran Penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (Kip – K) Di Media Sosial Nur Amalia; Adyatma Ferdi Saputra; Aisy Salsabila; Raditya Aditama; Tifza Fadia Salsabila; Wulandari Nurkhazanah; Aulia Kamalia; Novaria Maulina; Yuanita Setyastuti
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v7i1.4724

Abstract

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan program beasiswa pemerintah yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat dari keluarga kurang mampu namun berprestasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun, program ini menuai protes publik karena dianggap tidak tepat sasaran. Banyak penerima KIP-K dinilai memiliki gaya hidup mewah, sementara mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi sentimen publik terhadap program KIP-K di media sosial dan opini dominan yang muncul dalam percakapan publik terkait KIP-K. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan Brand24. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen positif sekitar 44% dengan 193 percakapan dari 440 percakapan mengenai KIP-K, dengan total volume penyebutan mencapai 440 akun dan jangkauan media sosial mencapai 6.513.435 pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa cukup banyak masyarakat yang memberikan tanggapan baik terhadap pelaksanaan KIP-K, khususnya terkait manfaat dan ketepatan sasaran penerimanya. Selain itu, jangkauan percakapan menunjukkan bahwa pembahasan mengenai KIP-K tersebar luas dan menjadi perhatian masyarakat, memperlihatkan bahwa program KIP-K memiliki penerimaan yang cukup baik di ruang publik karena dianggap mampu membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan program KIP-K tetap dipandang sebagai kebijakan sosial yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat apabila dijalankan secara tepat sasaran dan transparan, serta peran penting media sosial dalam membentuk opini publik terhadap kebijakan pemerintah dan diperlukan strategi komunikasi publik yang lebih responsif, terbuka, dan partisipatif agar kepercayaan masyarakat terhadap program KIP-K dapat terus terjaga serta mampu meminimalkan berkembangnya sentimen negatif di ruang digital.