Muhammad Solihin Pranoto
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reconstructing Mubtada’–Khabar Relations in Arabic Nominal Sentences: An Integrative Literature Review and Implications for Nahwu Pedagogy Nurul Qiftiah; Muhammad Solihin Pranoto; Mafkira Azahra
Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2026): Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/j.tanwiruna.2026.30

Abstract

This study aims to analyze mubtada'-khabar as a prediction system in the number of ismiyyah and its implications for nahwu learning. This study uses a qualitative approach with an integrative literature study design through the study of the classic nahwu book and cutting-edge scientific articles relevant to Arabic syntax, nahwu learning, and i’rāb analysis. Data were analyzed using conceptual content analysis through unit of meaning identification, category encoding, and interpretive synthesis. The results of the study show that mubtada'-khabar cannot be understood only as two elements of marfū’ in the basic pattern but as syntactic-semantic relations that build meaning, information focus, affirmation, and communicative functions in Arabic texts. Mubtada’ can be present in the form of ma’rifah, conditional nakirah, or the construction of saddu masadda al-khabar, while khabar can be in the form of mufrad, sum, and syibh al-jumlah. In addition, the phenomena of taqdīm–ta’khīr and nawāsikh show that changes in structure and i’rāb are also related to changes in meaning. The implications of this study emphasize the need for nahwu learning grounded in syntactic, contextual, and gradual functions so that students can understand both the structure and the meaning of Arabic texts.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Fardhu Kifayah di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat Satriyadi Satriyadi; Indra Satia Pohan; Muhammad Solihin Pranoto; Syahrin Pasaribu; Ulen Bangun; Amru Syahputra
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2846

Abstract

Fardhu kifayah merupakan kewajiban kolektif umat Islam yang tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pelaksanaan fardhu kifayah menghadapi kendala serius karena pemahaman warga yang masih terbatas serta tingginya ketergantungan pada figur Bilal mayit sebagai tokoh sentral. Kondisi ini menimbulkan risiko sosial ketika tokoh tersebut berhalangan hadir. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan berbasis multimetode berupa ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif. Kegiatan melibatkan 60 warga yang dipilih dengan purposive sampling, dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan model Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, praktik simulasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana warga yang memahami seluruh tahapan fardhu kifayah meningkat dari 15% menjadi 70%, sementara yang tidak memahami sama sekali turun dari 40% menjadi 5%. Selain itu, pelatihan ini mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa fardhu kifayah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas individu tertentu. Temuan ini membuktikan bahwa pendidikan nonformal berbasis praktik mampu menjadi strategi efektif dalam mengurangi ketergantungan pada figur tunggal sekaligus memperkuat kaderisasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi Islam.