Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Fardhu Kifayah di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat Satriyadi Satriyadi; Indra Satia Pohan; Muhammad Solihin Pranoto; Syahrin Pasaribu; Ulen Bangun; Amru Syahputra
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2846

Abstract

Fardhu kifayah merupakan kewajiban kolektif umat Islam yang tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pelaksanaan fardhu kifayah menghadapi kendala serius karena pemahaman warga yang masih terbatas serta tingginya ketergantungan pada figur Bilal mayit sebagai tokoh sentral. Kondisi ini menimbulkan risiko sosial ketika tokoh tersebut berhalangan hadir. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan berbasis multimetode berupa ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif. Kegiatan melibatkan 60 warga yang dipilih dengan purposive sampling, dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan model Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, praktik simulasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana warga yang memahami seluruh tahapan fardhu kifayah meningkat dari 15% menjadi 70%, sementara yang tidak memahami sama sekali turun dari 40% menjadi 5%. Selain itu, pelatihan ini mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa fardhu kifayah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas individu tertentu. Temuan ini membuktikan bahwa pendidikan nonformal berbasis praktik mampu menjadi strategi efektif dalam mengurangi ketergantungan pada figur tunggal sekaligus memperkuat kaderisasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi Islam.
The Effectiveness Of The Hypothetical Learning Model In Improving Students’ Abilities In Fiqh Subject At Ma Al-Ishlahiyah Binjai Sintia Sintia; Satriyadi Satriyadi
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.679

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Hypothetical Learning terhadap peningkatan kemampuan siswa pada mata pelajaran Fiqih di MA Al-Ishlahiyah Binjai, mengingat pembelajaran Fiqih masih cenderung menekankan hafalan dan kurang mengembangkan penalaran siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Kelas eksperimen menggunakan model Hypothetical Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dalam bentuk pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 81,25 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 72,10, dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model Hypothetical Learning efektif meningkatkan kemampuan siswa. Novelty penelitian ini terletak pada penerapan model Hypothetical Learning dalam pembelajaran Fiqih yang menekankan penalaran hipotesis dan pemahaman konseptual siswa. Kata Kunci: Hypothetical Learning, Hasil Belajar, Pembelajaran Fiqih, Quasi Eksperimen Abstract This study aims to examine the effectiveness of the Hypothetical Learning model in improving students’ abilities in Fiqh subjects at MA Al-Ishlahiyah Binjai, considering that Fiqh learning still tends to emphasize memorization and provides limited opportunities for the development of students’ reasoning skills. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups, namely an experimental group and a control group, each consisting of 30 students. The experimental group was taught using the Hypothetical Learning model, while the control group received conventional instruction. Data were collected through achievement tests in the form of pretests and posttests that had been validated and tested for reliability. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using an independent samples t-test. The results showed that the mean posttest score of the experimental group (81.25) was higher than that of the control group (72.10), with a significance value of 0.001 (p < 0.05). These findings indicate that the Hypothetical Learning model is effective in improving students’ abilities. The novelty of this study lies in the application of the Hypothetical Learning model in Fiqh instruction, emphasizing the development of hypothetical reasoning and students’ conceptual understanding. Keywords: Hypothetical Learning, learning outcomes, Fiqh learning, quasi-experimental design