Muhammad Ramdhan Fathin Al Farabi
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSTRUKSI MAKNA TERSEMBUNYI DALAM LIRIK DJ VIRAL: KAJIAN PRAGMATIK-KOGNITIF PADA PLATFORM VIDEO PENDEK Muhammad Ramdhan Fathin Al Farabi; Mei Fatmila Sari; Andriansyah; Aditya Pratama; Septia Uswatun Hasanah
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2025

Abstract

Lyrics containing sexual, drug-related, and violent content are widely consumed by teenagers as background music for dancing and memes without adequate semantic understanding. This study aims to analyze the pragmatic-cognitive mechanisms at work in the consumption of such problematic lyrics, using four viral songs as case studies. The method used is a qualitative pragmatic-cognitive analysis based on Relevance Theory, cognitive schema theory, and media cultivation theory. The analysis focuses on identifying illocutionary acts, conversational implicatures, presuppositions, and mapping the patterns of adolescents’ cognitive processing. The research findings reveal two dominant cognitive patterns: the “Ignorant Pattern,” in which adolescents consume lyrics without decoding problematic meanings due to a lack of relevant cognitive schemas; and the “Deliberate Framing Pattern,” in which adolescents are aware of the problematic meanings but reframe them within a context of humor or social irony. This study introduces the concept of an “algorithmic vacuum of meaning.” These findings extend media cultivation theory to the context of fragmented algorithmic consumption and provide a foundation for the development of a differential media literacy model for short-form video platforms.   Lirik bermuatan seksual, narkoba, dan kekerasan dikonsumsi secara masif oleh remaja sebagai backsound tarian dan meme tanpa pemahaman semantik yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pragmatik-kognitif yang bekerja dalam proses konsumsi lirik bermasalah tersebut, dengan studi kasus empat lagu viral. Metode yang digunakan adalah analisis pragmatik-kognitif kualitatif berbasis Relevance Theory, teori skema kognitif, dan teori kultivasi media. Analisis difokuskan pada identifikasi tindak tutur ilokusioner, implikatur konversasional, presuposisi, serta pemetaan pola pemrosesan kognitif remaja. Hasil penelitian mengungkap dua pola kognitif dominan: Pola Ignorant, di mana remaja mengonsumsi lirik tanpa mendekode makna bermasalah karena minimnya skema kognitif yang relevan; serta Pola Deliberate Framing, di mana remaja menyadari makna bermasalah namun mengemas ulangnya dalam bingkai humor atau ironi sosial. Penelitian ini memperkenalkan konsep vacuum of meaning algoritmik. Temuan ini memperluas teori kultivasi media ke konteks konsumsi algoritmik terfragmentasi dan memberikan landasan bagi pengembangan model literasi media yang diferensial untuk platform video pendek.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DIGITAL DAN PEMANFAATAN PLATFORM PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMK YAPEMA GADINGREJO PRINGSEWU Ayu Setiyo Putri; Heru Prasetyo; Muhammad Ramdhan Fathin Al Farabi; Andriansyah; Mei Fatmila Sari; Sandika Ali
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1988

Abstract

The training program on digital instructional materials development at SMK Yapema aimed to enhance teachers' capabilities in designing digital learning resources leveraging Information and Communication Technology (ICT) applications. The three-day initiative was conducted at SMK Yapema and attended by 20 participants. The training methodology encompassed the introduction of digital platforms, the utilization of digital applications to develop learning media, and hands-on practice. Evaluation results indicated a highly positive response, with 60% of participants strongly agreeing and 40% agreeing that the training significantly increased their comprehension. This program is expected to equip teachers with the necessary skills to develop learning media that support the implementation of the Kurikulum Merdeka in the digital technology era. Pelatihan penyusunan bahan ajar digital bagi guru di SMK Yapema bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penyusuan bahan ajar digital yang berbasis aplikasi teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk menyusun bahan ajar digital. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari di SMK Yapema dan diikuti 20 peserta. Metode pelatihan meliputi pengenalan platform digital, pengunaan aplikasi digital untuk mengembangkan media pembelajaran, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 60% peserta sangat setuju bahwa pelatihan ini menambah pemahaman mereka, sementara 40% lainnya setuju. Pelatiihan ini diharapkan dapat mempersiapkan media pembelajaran bagi guru untuk mendukung pembelajaran kurikulum merdeka di era teknologi digital.